Pemalang – Cici (26) pemilik warung di jl. Sulawesi tepatnya di belakang stasiun radio swara widuri mengeluhkan air minum dari Perumda Tirta Mulia Pemalang terlihat keruh dengan bau kaporite yang relatif menyengat.

“Tidak biasa begini, air terlihat keruh sehingga untuk menjadi jernih harus didiamkan sampai sore” katanya, Selasa (8/9).

Lebih lanjut, Cici mengatakan Air yang keruh seperti ini akan berpengaruh pada hasil minuman yang disajikannya.

“Kalau buat teh menjadi tidak enak” jelasnya

Hal ini Ditanggapi oleh Kepala Bagian Hubungan pelanggan Heri Condo, yang menjelaskan kemungkinan di daerah tersebut ada jaringan atau pipa yang bocor.

“Hal ini dimungkinkan adanya pipa jaringan yang bocor. Silahkan lapor ke Perumda Tirta Mulia Pemalang, nanti petugas akan mengeceknya”, jelas Heri.

Sedangkan bau kaporite yang ada menurut Heri masih dalam baku mutu air yang ditetapkan.

“Pemberian kaporite sudah sesuai baku mutu air minum. Untuk konsumsi harian, bila ada bau kaporit caranya didiamkan sejenak kurang lebih 10 menit, bau kaporite akan hilang”, jelasnya.

Selain itu, ada beberapa pelanggan yang mengeluhkan kecilnya aliran air pada jam-jam tertentu kadang tidak mampu mengalir ke bak mandi.

Seperti yang diungkapkan Eni (50) ibu rumah tangga yang tinggal di perumahan Puri Praja Kencana, Mulyoharjo.

“Airnya pada pagi dan sore kecil sekali, bahkan tidak bisa mengalir sampai bak mandi,” tuturnya.

Dari konfirmasi direktur teknik Perumda Tirta Mulia Pemalang, Julianto, diakui ada penurunan debit sebesar 30 – 40 %.

“Ada penurunan debit sekitar 30 – 40 % ari biasanya. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau, sehingga mempengaruhi debit mata air tangkapan.” jelasnya.

Untuk tahun ini Perumda Tirta Mulia Pemalang mengupayakan tambahan pasokan air, dengan penambahan mata air pucung di Kecepit, Kecamatan Randudongkal.

Heri dan Juli sepakat, bila ada keluhan pelanggan dapat  disampaikan melalui Apabila ada keluhan, pelanggan dapat melaporkan melalui telepon (0284) 321807, 325942 atau sms center 08112755666.(RedG)

 

 

Tinggalkan Balasan