Pacitan – Helatan Pilkada serentak 2020 banyak memberi kejutan, baik eksternal partai maupun internal partai. Disamping itu kadang unik dalam koalisi antar partainya. Tidak terkecuali di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dimana Gagarin Sumrambah, banyak yang menggadang-gadang jadi calon bupati dari partai Golkar.

Banyak pengamat politik dan tokoh masyarakat yang melihat kemampuannya tentang tata cara kepemimpinan,dan sosok Gagarin juga di gadang-gadang bakal menang dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) akhirnya kandas dan hanya menjadi calon wakil Bupati saja.

Wakil ketua partai Golkar Hadi Suwarno, mengatakan itu merupakan keputusan dari pusat, keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Jadi pak Gagarin Sumrambah yang sudah siap untuk menjadi bakal calon Bupati dari partai Golkar, namun ketika sudah ada surat atau keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Keputusan seperti apapun kita harus tunduk, dan akhirnya pak Gagarin harus bersedia menjadi bakal calon wakil Bupati Pacitan mendampingi Indrata Nur Bayuaji dari partai Demokrat,” katanya dalam press conference di kantor Dewan Pimpinan Cabang DPC partai Golkar, Pacitan Senin (7/9).

Pria yang akrab di sapa Nano optik menjelaskan alasan kenapa dan mengapa Gagarin, yang begitu kuat basicnya di Pacitan hanya bisa menduduki sebagai bakal calon wakil Bupati saja.

“Pasti nya itu dengan keputusan dari pusat.sebagai mana bahwa Erlangga Hartarto, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya telah memutuskan dengan surat nomor B1.KWK.128/DPP/Golkar/VIII/2020 tanggal 28, Agustus,2020 yang menyatakan bahwa Calon Bupati Pacitan bernama Indrata Nur Bayuaji dan Calon Wakil Bupati adalah Gagarin Sumrambah,” jelas Hadi.

Hadi, menegaskan bahwa semua ini adalah keputusan dari pusat, jadi semua anggota fraksi dan juga pengurus partai Golkar di Pacitan harus taat dan patuh terhadap semua keputusan dari pusat. (RedG/Apri)

Tinggalkan Balasan