Solo-Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini diselenggarakan pada 10-30 Agustus 2020 dan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga tetap memenuhi protokol kesehatan. Kelompok yang diketuai oleh Devilia Romadhoni Putri S, ini berinisiatif membuat media edukasi interaktif pencegahan penyebaran Covid-19 berupa permainan kartu yang diberi nama “GoRona” ini telah disimulasikan kepada beberapa keluarga yang ada di wilayah Rw. 37 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta.

Tim mahasiswa KKN Daring ini yang terdiri dari Devilia Romadhoni Putri Srikusumawati, Aji Bagas Putra Pamungkas, Rizky Kurniawan Heriadi, Hamzah Zein, Yudhistira Surya Aji, Fawwaz Muhammad, Muhammad Rakha Putra Alba, Bayu Adi Susetya, dan Daut Hanri Prasdiya telah melaksanakan kegiatan kreatif ini kepada warga masyarakat.

Meningkatnya kasus penularan Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas. Namun, tak sedikit kalangan yang mengabaikan dan menganggap remeh fenomena ini. Permasalahan inilah yang membuat sejumlah mahasiswa KKN Daring dari tim mahasiswa Prodi DKV FSRD Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tergerak untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di era New Normal.

Sasaran dari permainan GoRona kepada anak usia 7-13 tahun dengan jumlah pemain antara 2-4 orang, dimana masing-masing pemain akan menerima kartu bertahan dalam jumlah yang sama lalu secara bergiliran membuka kartu kondisi pada tiap putaran. Kartu kondisi berisi berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi penularan virus Covid-19 seperti berkumpul, keluar rumah, hingga mencukur rambut. Sebaliknya, kartu bertahan berisi peralatan pencegahan penularan seperti masker, hand sanitizer, hingga face shield. Untuk memainkannya diperlukan waktu sekitar 15 menit.

Bayu Adi Susetya, sebagai konseptor dari permainan ini menjelaskan bahwa selain edukasi tentang Covid-19 GoRona juga dirancang untuk melatih kemampuan berhitung anak. Permainan ini menerapkan ilmu matematika sehingga dapat menjadi solusi bagi anak yang kurang tertarik dengan mata pelajaran tersebut. Selain itu dengan dimainkan bersama keluarga, GoRona juga dapat menjadi sarana untuk menjaga keharmonisan rumah tangga khususnya orang tua dan anak.

Sejumlah keluarga di wilayah Rw. 37, Mojosongo telah mencoba permainan GoRona, seperti Widyastuti, warga Rt. 01, mengaku senang dengan adanya permainan ini karena dapat menjadi media alternatif bagi anaknya yang duduk di bangku kelas empat SD. Menurutnya, selama pandemi berlangsung sang anak lebih sering bermain game online melalui ponsel. Ia berharap permainan ini dapat menjadi sarana bagi anaknya untuk belajar sambil bermain.

Sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), Fitri Murfianti, S. Sos., M. Med.Kom menjelaskan bahwa program kerja KKN ini sebagai bentuk penerapan bidang ilmu desain komunikasi visual sebagai solusi dalam ikut mencegah dan menanggulangi wabah pandemi di masyarakat lewat desain permainan edukasi yang bersifat informatif, rekreatif serta edukatif.( Red )

 

Tinggalkan Balasan