Pacitan-Iring-iringan jalan kaki menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan yang di kawal ratusan simpatisan dari 13 partai pengusung dan pendukung bak mengarak sang raja dan patih menuju singgasana, namun ini untuk mendaftar sebagai calon raja dan patih untuk proses menuju kursi pendopo Kabupaten Pacitan yang akan terjawab pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.

Berangkat dari Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Pacitan pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Pacitan,Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin Sumrambah,juga dikawal sang tokoh pewayangan yaitu Semar, perlu diketahui sosok tersebut dalam pewayangan merupakan tokoh penasehat.

Tidak hanya iring-iringan saja dan tokoh Semar namun ada ritual yang begitu singkat yang dilakukan oleh kedua calon tersebut.(Raup Tirto Sumur Njero) membasuh muka dengan air sumur Njero yang merupakan sumur di petilasan awal mula Kabupaten Pacitan.

Lalu apa maksud dan makna ritual Raup Tirto Sumur Njero tersebut. Aminudin,pembawa air dari sumur tua yang diyakini oleh banyak masyarakat sebagai sumur petilasan Kabupaten Pacitan pertama di zaman dahulu.

“Maksud nya adalah di mana se orang pemimpin bisa memberikan kehidupan atau penganyoman terhadap rakyatnya,” kata Amin, Jumat.(4/9/2020).

Amin juga menerangkan, bahwa air adalah sumber kehidupan dimana seorang pemimpin juga merupakan sumber kehidupan untuk rakyatnya pemimpin yang jujur dan selalu terbuka, cepat dan juga tanggap apa yang di minta masyarakatnya.

“Kita hidup ini butuh air.sebagai bahan hidup,tanpa air tidak akan ada kehidupan.dan air yang saya bawa tadi merupakan air dari sumur petilasan Kabupaten Pacitan pertama kali.yang ada di Desa Sukoharjo, Pacitan,” terangnya.

Dengan harapan yang besar, lanjut Amin supaya pasangan Nyawiji-Sumrambah bisa mempimpin Pacitan yang lebih baik lagi seperti Bupati yang dulu, yang ketika Kabupaten Pacitan pertama di Desa Sukoharjo.( Red )

Tinggalkan Balasan