Sragen- Jangan jadikan pandemi virus Corona/Covid 19 tahun 2020 sebagai embrio kehancuran, tetapi hendaklah justru jadikan pemicu semangat untuk bangkit menghadapi era baru yang disebut era milenia atau jaman now.

Drs. Suhadi, SH, S.Pd, M.Pd, MM, M.AP, Jumat (4/9) mengatakan mungkin ini cara Allah untuk mengubah pola fikir, tata cara dan tata kelola manusia agar terjadi perubahan hidup.

Sebagai orang yang dituakan di pondok pesantren Ar Royan, Pengkok, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, saya menyikapi pandemi Covid – 19 adalah upaya Tuhan pada manusia agar menjalani era perubahan. Mantan Kepala SMK Kosgoro 1 Sragen ini mengajak agar kita waspada dan bersiap diri, selalu mendekatkan diri pada Allah. Usia dunia sudah tua, kiamat itu keramat, rahasia Allah. Satu hal yang terpenting kita pasrah, berusaha, dan mendekatkan diri kepadaNya.

Terlepas dari itu semua, selepas masa dinas dari dunia pendidikan (guru) negeri, saya bukan mandeg, pakai sarung dirumah, tetapi malah gas pol, aktif sebagai ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), mengurus tanah – sawah untuk bercocok tanam, menanam padi dengan menerapkan sistem pertanian modern yakni membuat sumur bor sedalam 100 meter agar air terus mengalir mengairi sawah, sehingga jika dulu hanya bisa panen 1 kali dalam setahun, tetapi sejak masyarakat membuat sumur bor dengan teknologi modern maka setahun bisa panen 3 kali. Petani desa sekarang tidak ada kata kekurangan beras. (Ris/r)

Tinggalkan Balasan