Pemalang – Muntil, Sirkuit baru di komplek obyek wisata Tangkeban, desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Pemalang akan menjadi ajang pertarungan bergengsi lara penggila olahraga ekstrem, offroad dalam gelaran Pemalang Hard Adventure. Ajang kompetisi offroad setingkat nasional ini akan digelar di kawasan kaki Gunung Slamet. Turunan terjal dan tanjankan curam bakal jadi sensasi tersendiri bagi offroader nasional unjug gigi ketrampilan dan nyali mereka.

Ketua Stering Commite Pemalang Hard Adventure, Agung Dewanto menuturkan event ini digelar dalam rangka HUT TNI ke 75 tahun. Ditengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah, event digelar dengan menggunakan protokel kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Bakal seru karena dari informasi yang saya terima, offroader papan atas sudah menyatakan siap turun gelanggang ke Pemalang,” kata Agung dalam keterangan pers kepada awak media, Jumat 04 September 2020.

Kompetisi offroad ini lanjut Agung, akan digelar selama dua hari penuh, 17 sampai 18 Oktober 2020 mendatang. Event terbagi 4 kelas diantaranya, 1.000 cc, under 2.500 cc, FFA dan Tim.

Agung yang juga Ketua KONI Pemalang berharap, kehadiran offroader papan atas nasional akan membawa kebangkitan offroader Pemalang agar berani tampil di pentas nasional.

“Kita (Pemalang) sudah punya offroade tingkat nasional. Namun dengan adanya even ini diharapkan offroader lokal Pemalang lainnya bisa belajar banyak dan menimba pengalaman. Sehingga nantinya Pemalang bisa diperhitungkan lagi di dunia kompetisi adventure offroad nasional,” ucapnya.

Lokasi lomba yang digunakan adalah Sirkuit Muntil Bukit Tangkeban Desa Nyalembeng Kecamatan Pulosari, Pemalang Perlombaan menggunakan Regulasi IOF dengan total lima SS.

“Untuk kelas individu, hari Sabtu akan dimainkan 3 SS sekaligus dan Minggu 2 SS sekaligus,” kata Asnan Tengil, selaku Racing Commite.

Pemalang Hard Adventure merupakan hasil kerja sama Kodim 0711, Polres Pemalang, Pemkab, KONI, IOF, dan Puskapik Production. Event offroad dinilai mempunyai dampak positif untuk perkembangan wisata kreatif daerah. (RedG/*)

Tinggalkan Balasan