Solo-Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menyambut baik kehadiran moda transportasi aglomerasi SUBOSUKOWONOSRATEN Koridor 1 Rute Terminal Tirtonadi – Sangiran – Terminal Sumberlawang Sragen yang diresmikan operasionalisasinya oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (3/9) di Balaikota Surakarta.

Menurut Wali Kota, dengan diluncurkannya Bus Trans Jateng tersebut, bisa menjaga roda perekonomian tetap berjalan antara Surakarta dengan kabupaten atau daerah penyangga.

“Harapan saya dengan adanya koridor 1 SUBOSUKOWONOSRATEN, kegiatan ekonomi masyarakat bisa tetap berjalan bahkan meningkat di masa pandemi Corona ini. Trans Jateng ini ini kan sudah menjadi transportasi yang mudah, aman, dan nyaman,” katanya.

Dengan konektivitas antar wilayah tersebut, Wali Kota yakin Trans jateng akan jadi pengungkit perekonomian masyarakat, baik di sektor industri, sektor perdagangan, dan sektor pariwisata.

“Sehingga rute yang dilewati adalah kawasan-kawasan industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata agar daerah sekitarnya bisa terkena dampak positif,” ungkapnya.

Sementara, Gubenur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, BRT merupakan wujud pengembangan angkutan aglomerasi yang menghubungkan satu wilayah dengan lainnya, sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Pelayanan digratiskan selama 9 hari dari tanggal 1 sampai tanggal 9 September 2020. Silakan ‘bus-busan sak kemengmu’ (silakan naik bus sampai kamu capai),” ucapnya.

Total ada 14 armada BRT yang akan beroperasi dan melintasi 14 halte dari Terminal Tirtonadi Kota Surakarta – Jl. Kapten Piere Tendean – jalan Kolonel Sugiono – Jl. Raya Solo Purwodadi – Jl. Sangiran – Museum Sangiran – Jl. Sangiran – Jl. Raya Solo Purwodadi – Terminal Sumberlawang Kabupaten Sragen.

Dijelaskan setelah sembilan hari masa bebas biaya, tarif Transjateng akan diberlakukan tarif normal bagi para penumpang.

“Untuk penumpang umum tarifnya Rp 4 ribu, sedangkan untuk pelajar, buruh dan veteran tarifnya Rp 2 ribu,” tegasnya.(sumber PDI Perjuangan)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan