Semarang – Band Obelisk’s Tormentor merupakan band anyar asal Kota Semarang yang bergenre Deathcore. dikabarkan, Obelisk’s Tormentor baru-baru ini merilis single kedua mereka yang berjudul Undead Knox.

Sebelumnya, Obelisk’s Tormentor sudah meluncurkan single pertamanya yang berjudul Apithano.

Drummer band Obelisk’ s Tormentor, Alan menuturkan, Obelisk’s Tormentor itu mengambil sudut pandang dari nama kartu Yu -Gi-Oh serta berdirinya band tersebut terinspiransi dari Dewa Mesir. Hanya saja ada perbedaan nama antara kartu di Yu-Gi-Oh. Bedanya, Obelisk The Tormentor itu kartu di Yu-Gi-Oh lalu diplesetkan menjadi Obelisk’s Tormentor.

“Obelisk’s Tormentor konsep awalnya mengusung tema lebih ke Mesir. Di Mesir itu banyak banget dewa-dewa mitologi Mesir. Dari nama bandnya sendiri aja Obelisk’s Tormentor, Obelisk itu kan sebenarnya tugu dan ngambil namanya dari Yu-Gi- Oh Obelisk The Tormentor kalo yang suka anime pasti tau. Di Yu- Gi- Oh ada kartu namanya Obelisk The Tormentor. Kita plesetin sedikit, jadi artinya berbeda Obelisk’s Tormentor dengan kartu Obelisk The Tormentor di Yu-Gi-Oh. Obelisk The Tormentor itu sendiri artinya Obelisk si penyiksa. Kalo disini Obelisk’s Tormentor itu lebih ke si penyiksa Obelisk-nya. Dari Mesir sendiri itu kan banyak dewa, kita pilih satu persatu dan di album pertama ini yang bakal rilis segera, “ungkap Alan, saat ditemui Gnews.Id, Rabu (2-9-2020) malam.

Diceritakan Alan tentang lagu yang sudah dilaunching, lagu yang di Obelisk’s Tormentor itu sendiri menceritakan tentang masing-masing dari dewa di Mesir. Lalu, band Obelisk’s Tormentor memilih salah satu dewa di setiap lagu yang mereka garap.

“Menceritakan satu persatu kisah dari dewa Mesir contoh saja di lagu Apithano itu menceritakan kisah dewa Amun-Ra dan bisa dikatakan dewa terkuat. Lagu kedua Undead Knox itu Dewa Osiris, Dewa ini kalo diceritanya sih anaknya Amun-Ra. Dari album ini rencananya ada 13 lagu itu masing-masing lagunya menceritakan tentang dewa-dewa mitologi Mesir, “jelas Alan.

Lebih lanjut, Alan menjelaskan, konsep album yang diangkat dalam Obelisk’s Tormentor itu sendiri bakalan mengangkat konsepan video musik bersambung atau bisa disebut dengan konsepan Trilogi.

“Di video kedua, ketiga, dan keempat ini rencana akan ada Trilogi. Jadi video kedua, ketiga, dan keempat bakal menyambung, “beber Alan.

Informasi yang dihimpun, band ini berdiri sejak April 2019 dan digawangi oleh Alan (drum), Yovand (vokalis), dan Topan (gitar). Band mereka yang diusung dengan aliran Deathcore. Deathcore itu sendiri merupakan aliran metal ekstrim, yang bisa dikatakan perpaduan genre Metalcore dengan Deathmetal. Selain itu, penggarapan single keduanya sejak bulan Mei tetapi ada kendala pandemi korona dan penggarapan single dilanjut di akhir bulan Juli. (RedG/Dicky Tifani Badi)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan