Solo-Pembelajaran daring merupakan sebuah keniscayaan di masa pendemi sekarang ini. Institusi pendidikan tinggi dituntut untuk mampu menjawab tantangan Education 4.0. tersebut. Pembatasan sosial yang melarang penyelenggaran tatap muka perkuliahan secara langsung tidak boleh menjadi alasan tidak terlaksananya proses belajar mengajar.

Citra Dewi Utami, M.A (Koordinator Kegiatan), Rabu (2/9) mengatakan Institut Seni Indonesia Surakarta sedang menyiapkan infrastruktur dan sumber daya guna memulai masa perkuliahan semester gasal tahun ajaran 2020/2021 pada pertengahan bulan September mendatang. Melalui Pusat Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas Instruksional (P3AI) menyelenggarakan workshop e-learning bagi dosen khususnya pengampu mata kuliah praktik.

“Karakter mata kuliah yang khas ini menjadi sebuah tantangan untuk dapat disampaikan secara daring. Kegiatan dilangsungkan pada tanggal 1-2 September 2020 ini mengambil tempat di ruang Seminar ISI Surakarta, kampus Kentingan,” ungkapnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut dari Budi Legowo dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Ponco Walipranoto dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang lebih berpengalaman dalam pembelajaran daring diundang sebagai narasumber. Materi terkait dengan pengelolaan Learning Management System (LMS) dipraktikkan secara langsung oleh para dosen dari 13 (tiga belas) program studi di lingkungan ISI Surakarta.

Sementara Ketua P3AI selaku penanggung jawab kegiatan, Kusmadi, M.Sn. menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemapuan para dosen dalam menyajikan sumber belajar serta menyelenggarakan aktifitas perkuliahan secara daring.

“Selain itu, workshop ini juga ditargetkan sebagai bentuk mengembangkan model pembelajaran daring yang sesuai untuk diterapkan pada masing-masing program studi di institusi pendidikan tinggi seni,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan