Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Tengah kembali menggelar press releases secara virtual melalui streaming Chanel youtube, Selasa (1/9) pukul 11.00 wib.

Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Wijoyono, mengemukakan Pada bulan Agustus 2020 terjadi di Jawa Tengah terjadi deflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,62. Deflasi pada Agustus 2020 terjadi di 3 kota IHK di Jawa Tengah dan 3 kota lainnya mengalami inflasi. Kota Purwokerto mencatat deflasi terbesar yakni 0,12 persen dengan IHK sebesar 104,08.

Pada Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah Agustus 2020 sebesar 100,99 atau naik 0,22 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 100,77. Kenaikan NTP disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami peningkatan 0,06 persen lebih tinggi dibanding penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,17 persen.

Pada sektor pariwisata, terutama pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah pada bulan Juli 2020 tercatat tercatat sebesar 24,76 persen, mengalami kenaikan sebesar 7,12 poin dibanding TPK bulan Juni yang tercatat sebesar 17,64 persen. Bila dibanding periode yang sama di tahun 2019 maka TPK Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 22,26 poin. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Juli 2020 tercatat sebesar 1,31 malam, naik 0,03 poin dibanding bulan Juni yang tercatat sebesar 1,28 malam

Hal ini juga terjadi di sektor transportasi.  Jumlah  kedatangan (debarkasi) penumpang angkutan udara komersial ke Jawa Tengah pada Juli 2020 secara keseluruhan berjumlah 38 496 orang, naik 138,41 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 16 147 orang.

Jumlah  keberangkatan (embarkasi) penumpang angkutan Laut secara keseluruhan melalui pelabuhan laut Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Jepara dan Karimunjawa pada Juli 2020 sebanyak 8 127 orang, naik 42,70 persen dibandingkan Juni yang berjumlah 5 695 orang. Sedangkan jumlah  kedatangan (debarkasi) penumpang angkutan laut Juli 2020 tercatat sebanyak 7 977 orang, naik 22,22 persen dibandingkan Juni yang sebanyak 6 527 orang

Pada sektor ekspor impor, Nilai ekspor Jawa Tengah Juli 2020 sebesar US$ 710,91  juta atau naik 12,44 persen dibanding ekspor Juni 2020. Namun jika dibandingkan dengan ekspor Juli 2019 turun sebesar 13,02 persen
Nilai impor Jawa Tengah Juli 2020 sebesar US$ 675,59 juta atau naik 40,49 persen dibanding impor Juni 2020. Namun jika dibandingkan dengan nilai impor Juli 2019 turun sebesar 38,43 persen.

Neraca perdagangan Jawa Tengah Juli 2020 surplus US$ 35,32 juta. Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 118,99 juta, sedangkan komoditas nonmigas mengalami surplus US$ 154,31 juta. (RedG)

Tinggalkan Balasan