OPINI 

Penulis : Warsito hadi – APN Kemhan

Media dan perannya.
Media massa merupakan salah satu sarana dan saluran alat komunikasi dalam menyebarkan berita dan informasi kepada masyarakat. Media massa memiliki peran yang penting dalam berbagai aspek kehidupan, mengingat fungsinya untuk menyebarkan informasi bagi masyarakat.

Dalam perkembangannya media massa, dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, media cetak (printed media): surat kabar, tabloid, majalah. Kedua, media elektronik (electronic media): radio, televisi, film/video. Ketiga, media siber (cyber media): website, portal berita, blog, media sosial.

Media massa bagi masyarakat ini dapat menimbulkan dampak, dimana dampak positifnya, masyarakat mendapatkan informasi berbagai hal yang menyangkut masalah kehidupan dalam segala aspek baik aspek sosial, politik, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya, baik dari dalam maupun luar negeri, sehinga dapat mengambil tindakan dan keputusan dalam menyelesaikan persoalan dan perubahan yang terjadi. Sedangkan dampak negatifnya, seringkali muncul informasi penuh sarat kepentingan politik dan bisnis pemilik media massa, sehingga informasi yang disampaikan bias dan tidak obyektif (berimbang), adanya informasi berbau kekerasan dan pornografi dan yang trend saat ini terjadinya berita yang tidak benar (hoaks), sehingga berpengaruh negatif kepada masyarakat.

Pemahaman Bela Negara
Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Dimana setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara.

Dalam pelaksanaan pembelaan negara, warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik, dimana secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu, pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara.
Proses pembelaan negara sudah diatur secara formal ke dalam Undang-undang. Diantaranya sudah tersebutkan ke dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945, khususnya pasal 30. Didalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa membela bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa tersebut, merupakan bukti dan proses bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti pada nusa dan bangsa, serta kesadaran untuk mengorbankan diri guna membela negara. Diantaranya dimulai dengan terbinanya hubungan baik antar sesama warga negara hingga proses kerjasama untuk menghadapi ancaman dari pihak asing secara nyata. Hal ini merupakan sebuah bukti adanya rasa nasionalisme yang diejawantahkan ke dalam sebuah sikap dan perilaku warga negara dalam posisinya sebagai warga negara. Didalam konsep pembelaan negara, terdapat falsafah mengenai cara bersikap dan bertindak yang terbaik untuk negara dan bangsa.

Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Dimana Unsur Dasar Bela Negara meliputi : Cinta Tanah Air; Kesadaran Berbangsa & bernegara; Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara;. Rela berkorban untuk bangsa & negara;dan Memiliki kemampuan awal bela negara.

Hoaks dan dampaknya
Disadari bahwa untuk mendapatkan informasi maupun berita yang dianggap benar jarang bahkan sulit sekali ditemukan masayarakat dalam media sosial. Menurut sebuah survey mestel 2017 diungkapkan bahwa masyarakat banyak mengkonsumsi berita dan informasi bohong setiap hari. Menuurut survey tersebut diungkapkan bahwa dari 1.146 responden, 44,3 persen di antaranya menerima berita hoaks setiap hari dan 17,2 persen menerima lebih dari satu kali dalam setiap hari . Adapun saluran yang paling banyak digunakan dalam penyebaran bertita bohong adalah Media Sosial dan Bela Negara.

Media sosial (medsos) memiliki kekuatan kuat dalam mempengaruhi pesan-pesan kepada masyarakat, dimana informasi dan berita dapat mendikte dan mengarahkan masyarakat apa yang harus dilakukan sehingga dampak ini tidak hanya berlaku pada individu, namun juga menimpa kepada masyarakat secara keseluruhan yang mengakses media. Berita hoaks di Indonesia dengan tujuan terbentuknya opini-opini kebanyakan untuk menebar kebencian serta menanamkan fitnah kepada orang yang disasarnya, sehingga masyarakat terpapar oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang sengaja disebar dan diciptkan oleh orang atau sekelompok yang tidak bertanggungjawab.

Beragam berita hoaks serta beragam kebencian seperti hujjatan dan fitnah disisipi saling menjelek-jelekkan, antar individu, kelompok masyarakat (sara) baik dari kalangan intelektual, sampai kalangan orang awam pun terlibat. Dimana saat seperti itu manusia tidak lagi memikirkan hakikat kemanusiaan akan tetapi lebih berorentasi pada kekuatan untuk mendiskreditkan dan menjelekan untuk menjatuhkan sehingga mendapatkan kepuasan dan lain sebagainya, akibatnya terjadinya Hedonisme dan pemaksaan dan penindasan terhadap sesama warganegara, bila hal ini dibiarkan maka membuka celah dan jendela untuk terjadinya pertentangan bahkan permusuhan yang terus menerus akan membuka kran terjadinya disintegrasi dalam masyarakat akan dapat menyebabkan ketidak percayaan dan saling curiga, dimana lambat laun akan dapat menyebabkan disharmonisasi kebangsaan akhirnya bila hal ini tidak dikelola dan diperhatikan maka tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya disitegrasi bangsa.

Media informasi melalui medsos baik melalui media dalam jaringan atau media daring sudah menjadi kebutuhan masyarakat, dimana medsos bisa langsung dan cepat dapat menyebarkan berita dan sangat praktis dalam menyampaikan ide dan berita saat itu juga.

Disadari bahwa banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dipengaruh pembentukan opini yang dilahirkan medsos. Pengaruh media sosial sangat diperlukan mengingat begitu besarnya kekuatan yang dimiliki, kemudian banyak kelompok masyarakat bahkan negara berkepentingan untuk memainkan isu-isu hangat dalam wadah media sosial sebagai pengiringan opini publik.

Media sangat memiliki kekuatan penuh yang dapat mempengaruhi pesan-pesan kepada publik. Dalam hal ini, informasi kaitan dengan nilai-nilai bela negara dapat dituangkan dan diedukasikan kepada publik melalui medsos. Dengan kemasan dan bahasa yang sederhana dan menarik di media, hal ini akan dapat mendikte apa yang ingin dan seharusnya dilakukan oleh masyarakat misalnya dalam mencintai produksi dalam negeri sehingga efek ini tidak hanya berlaku pada individu saja, melainkan juga kepada publik secara keseluruhan yang mengakses media, maka khalayak akan terpapar oleh konten belanegara kemudian akan secara sadar maupun tidak sadar konten yang dikreasikan akan dimakan oleh publik.
Bentuk dan perwujudan nilai-nilai belanegara lainnya adalah memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat berkaitan dengan media sosial dan UU ITE, hal ini penting sebab tidak sedikit publik yang tidak tahu apa-apa juga terlibat dalam penyebaran berita informasi yang tidak benar, hal ini dapat dilakukan secara langsung melalui situs pemerintah.

Edukasi bagi masyarakat dalam mengatasi dampak hoaks, pertama, berhati-hati dengan judul berita atau informasi yang provokatif, dengan cepat dapat menyebabkan masyarakat mudah terprovokasi. Kedua, cermat dalam melihat sumber berita, apakah sumber berita terjadi pada masa lampau, atau hanya berasal dari sumber yang tidak jelas asalnya. Ketiga, periksa fakta dan keaslian sebuah berita, karena berita adalah suatu informasi yang memuat faktual dan aktual. Diharapkan masyarakat dapat melihat bahwa berita itu mengandung sebuah fakta yang relevan dan dengan data yang cukup. Sehingga masyarakat jangan mudah tertipu terhadap berita yang hanya merupakan aksi provokatif di media sosial. Salah satu cara sederhana yang dapat juga dilakukan adalah menghimbau seluruh aparat negara dan ASN untuk menyebarkan informasi keberhasilan pembangunan serta menyebarkan luaskan nilai-nilai bela negara dalam melalui medsos dengan kontens dan kemasan yang sederhana sehingga dapat meningkatkan rasa nasionalisme. (RedG/dapat menghubungi penulis melalui No. Hp 087872156494, Email : warsitodi@gmai.com)

 

Tinggalkan Balasan