Wonogiri-Tim Penggerak (TP) PKK Wonogiri sangat men-support- kehadiran Komunitas Wonogiri Peduli ASI (KOWPAS). Ketua TP PKK Wonogiri, drh.Verawati Joko Sutopo, M.Sc, menuturkan TP PKK bisa berkolaborasi dalam pelaksanaan program-program untuk meningkatkan dan menyukseskan program pemerintah pemberian ASI Eksklusif.

“Sebenarnya, untuk ibu-ibu memberikanASI tidak ada masalah. Justru yang penting tindak lanjut setelah pemberian ASI Eksklusif. Bagaimana ibu-ibu bisa memberikan MPASI yang sehat dan bergizi. PKK dan KOWPAS bisa kolaborasi program. Nanti bisa dibicarakan, bisa dikomunikasikan dengan dinas terkait,” ujar perempuan yang biasa disapa Bunda Ve itu pada acara talkshow KOWPAS-TP PKK Bersinergi Mengedukasi ASI, Sabtu (29/8) malam, di Radio Giri Swara (RGS).

Bunda Ve memotivasi personel KOWPAS agar tetap bersemangat menghadapi realita di lapangan. Sebab, kadang motivasi masyarakat bisa menurun. Dia berharap agar kegiatan KOWPAS di Wonogiri nantinya tidak sekadar seremonial tapi benar-benar bisa tepat sasaran. Untuk itu, Bunda Ve menyarankan agar KOWPAS bisa bersinergi dengan Dinas Kesehatan.

“KOWPAS bisa ikut mengedukasi remaja-remaja calon ibu. Harus diinformasikan kepada mereka tentang pentingnya ASI,” imbuh Bunda Ve.

Ketua KOWPAS, Ruslina Dwi Wahyuni, S,Sos.,MAP, menyampaikan berbagai hal seputar KOWPAS, mulai dari terbentuknya pada 7 Agustus 2020 lalu, tujuan KOWPAS, personel KOWPAS dan program kerja KOWPAS.

“Kami kulo nuwun Bun. KOWPAS hadir ingin bersinergi dengan semua pihak di Wonogiri. Program kerja kami di antaranya edukasi menyusui, edukasi MPASI dan lain-lain,” lanjut Lina.

Lina memperkenalkan personel KOWPAS dan dua diantaranya yang hadir sebagai pembicara talkshow yaitu Sekretaris KOWPAS, Mami Eva Novayani, Anggraini Puspita Sari dari Divisi Hukum dan Nadhiroh dari Divisi Komunikasi. Hadir juga Mutia Azizah N dan Adik Rista Atria (Divisi Edukasi).

Dia mengemukakan sebelum talkshow di RGS, KOWPAS juga sudah mengadakan upaya membangun sinergi dengan sebagian warga Dusun Pencil Kelurahan Wuryorejo Kecamatan Wonogiri, Kamis (27/8).

“Ini yang datang ada ibu-ibu, nenek-nenek dan yang masih lajang. Supaya berhasil memberikan ASI eksklusif, ibu menyusui butuh dukungan semua pihak,” kata Lina.

Salah satu warga Pencil, Wiwin Setyowati, menuturkan setahu dia selama ini di Wonogiri belum ada komunitas-komunitas untuk mendukung keberhasilan ASI Eksklusif. Wiwin menyatakan ibu-ibu perlu terus update ilmu agar berhasil menyusui ASI Eksklusif.

“Saya biasanya mengikuti perkembangan dari IG AIMI Solo. Di Wonogiri belum ada komunitas-komunitas seperti ibu menyusui dan penggendong bayi. Mungkin karena terkendala jarak jauh untuk ketemu,” ujar Wiwin.

Ibu RT.02 RW 3 Kelurahan Wuryorejo, Santi Saraswati, menuturkan selama ini kegiatan untuk ibu-ibu menyusui biasanya dipusatkan di Kelurahan. Santi merespon positif adanya komunitas yang mendukung keberhasilan ASI Eksklusif.

“Dalam masa pandemi covid 19 ini, sosialisasi lebih diintensifkan melalui sosmed diantaranya instagram dan facebook dengan akun kowpas peduli,” pungkas Lina.(red)

Tinggalkan Balasan