Wonogiri – Bertempat di Masjid Kartika Kodim 0728/Wonogiri, telah di gelar kegiatan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1442 H/2020 M, Senin, (31/8) yang di ikuti oleh seluruh anggota prajurit maupun PNS Kodim 0728/Wonogiri.

Kegiatan tersebut bertemakan ‘Dengan semangat Tahun Baru Islam 1442 H/2020 M kita tingkatkan sinergitas TNI Bersama seluruh Komponen Bangsa menuju tatanan kehidupan baru’

Bertindak selaku penceramah yaitu Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, S.Ag., M.Pd.

Dalam Tausiyah nya Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, S.Ag., M.Pd. menyampaikan makna dari Tahun baru islam tersebut, Para ahli tafsir menjelaskan bahwa amalan ibadah selama bulan haram, pahalanya akan dilipatgandakan. Hal ini berlaku untuk amalan buruk di empat bulan haram tersebut juga akan dilipatgandakan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjelaskan, “Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.”

Selain itu, tahun baru Islam juga memiliki makna mendalam dan spesial bagi umat muslim. Berikut tiga makna Tahun Baru Islam.

Yang pertama 1Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan semakin menyebar hingga ke Mekkah dan wilayah sekitarnya.

Nabi Muhammad SAW memutuskan hijrah setelah memperoleh wahyu dan perintah dari Allah untuk menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat.

Yang kedua, Tahun Baru Islam juga dimaknai sebagai semangat perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Meskipun banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad SAW dan sahabat tak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara, dan harta bendanya hanya agar bisa memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.

Dan yang ketiga, pergantian tahun baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, dengan adanya tahun baru Islam, diharapkan umat muslim lebih mawas diri, introspeksi dan bermuhasabah atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama 12 bulan, Sekaligus memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditinggalkan di tahun mendatang.(red)

Tinggalkan Balasan