Semarang-Kesukaan di dunia model dan film membuat mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang (Upgris) , Inovasikan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan cara membuat film pendek .

Mahasiswi tersebut bernama Anita Indah Mulyasari, ia sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) UPGRIS. Program KKN- T tersebut, membuat film pendek yang berjudul “ Stop Penularan Covid-19 Dengan Menerapkan PHBS”.

Gadis kelahiran Semarang 6 Juli 1999 itu mengatakan, tercetusnya ide sosialisasi PHBS adalah menggunakan film itu lebih diminati oleh masyarakat karena menarik dapat dilihat dan didengar dibandingkan sebaran poster sekadar dibaca saja .

“Tahu sendiri toh, orang Indonesia itu hobinya malas membaca kalau orang Indonesia itu melihat dan mendengar itu lebih tertarik daripada baca poster. Tetapi orang Indonesia untuk melihat secara langsung itu benar-benar tidak fokus. Nah, makanya saya membuat film itu ya dorongan dari orang-orang agar mereka itu bisa melihat, mendengar, dan diresapi gitu lho. Lebih menarik saja masuk ke film pendek, “ungkap gadis asal Tlogosari Kulon, Sabtu (29-8-2020) malam.

Dijelaskan Anita, tema yang diambil PHBS dan sudah mencangkup semua dipastikan tema tersebut sudah bakalan menerapkan protokol kesehatan. Sasaran film ini utamanya di lingkungan Anita tempat tinggal dan disebarluaskan melalui media sosoial.

“Sasaran ke masyarakat umum toh karena KKNnya di wilayah sendiri dan kebetulan dekat rumah ada puskesmas sama kelurahan. Saya memasuki semua dari puskesmas sampai kelurahan tetapi lebih cenderungnya ke puskesmas karena orang-orang yang datang kesitu (red-puskesmas) ngga begitu fit kan pastinya. Inspiransi film aku tuh agar tidak sakit itu melakukan perilaku hidup bersih sehat, pye carane (red- gimana caranya) aku bisa hidup sehat . Adanya covid dapat menimalisir penularan itu sendiri, “ ujarnya

Film yang didistribusikan ke Puskesmas, kata Anita, pihak dari puskesmas itu senang dan mendapatkan respon bagus dari masyarakat dibuktikan film tersebut ditonton untuk pengunjung puskesmas itu sendiri.

“Puskesmas ya senang saja, aku sudah dua kali kan. Kalau yang dulu itu ngga dari aku malahan, udah tidak tahu dapat film ku dari mana. Langsung film ku itu sudah ditayangin dan ketika aku ke puskesmas juga secara tidak langsung kan (red-dadakan) sebelah sama orang tuh, dia nonton terus dipantengin pengin tahu kelanjutannya film itu seperti apa. Beda lagi kalo poster kan paling cuma lewat saja, oh poster ini terus tidak bakalan dibaca sedetail. Kalo film kan detail seperti sebabnya apa solusinya bagaiman. Kaya gitu lah, “tandasnya.

Diketahui, Film PHBS yang Anita garap itu berdurasi sekitar 3 menit 38 detik . Hasil karya penggarapan film tersebut bisa saksikan pada media sosial akun instagram @anitaindahmulyas dan di akun youtube Anita Indah Mulyas. Pada film tersebut Anita memberikan edukasi cuci tangan dengan sabun, penggunaan masker yang baik, jaga jarak, menjaga imunitas, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Informasi yang dihimpun Gnews. Id, Gadis kelahiran Semarang itu pernah menjadi juara buat film pendek dalam ajang spot film Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Dulu semasa SMA, ia sudah mampu menggarap film sekaligus dua. Film yang juara pertama berjudul “ Penyelamat itu Bernama Fe” dan film kedua yang berjudul “Orang yang hebat Orang yang Sehat”. Kedua film tersebut bertemakan pencegahan kematian ibu hamil. Dalam penggarapan film yang sudah menyabet juara tersebut, Anita berkoloborasi dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang bisa disapa Hendi. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan