Solo-Parameter suatu lembaga pendidikan itu dikatakan berhasil jika murid/siswa/mahasiswanya berhasil lulus dengan baik serta meraih nilai yang tinggi. Kemudian akan lebih berbangga lagi jika peserta didiknya bisa melanjutkan studi, kuliah di universitas atau sekolah tinggi negeri/swasta bonafid, terkemuka dan akan lebih hebat lagi jika lulusanya bisa bekerja di lembaga/kantor negara, BUMN/swasta berstandar nasional -internasional.

Disini dipastikan orangtua dan kampus itu pasti bangga. Karena apapun tujuan dari hidup itu adalah citra dan prestasi.

Pihak sekolah atau kampus pasti akan senang dan bangga jika peserta didiknya berhasil dalam studinya, apalagi dapat meraih prestasi, dan prestasi itu berskala internasional dan menorehkan piala atas nama kampus dan bangsa.

Inilah bagian dari cita-cita orangtua, lembaga dan negara. Karena ditengarai bangsa yang besar itu adalah bangsa yang kualitas mutu pendidikanya tinggi.

Kita harus ikut senang dan bangga atas prestasi Lintang Subiyantoro, mahasiswa semester VII jurusan/prodi Bahasa Inggris UGM ini.

Lintang, demikian panggilan akrabnya, lahir di Boyolali, 2 Desember 2000. Alumni SDN 16 (akselerasi), SMPN 2 (akselerasi), dan SMAN 7 Surakarta ini mengaku senang dan bangga bisa jadi duta kampus dalam lomba International Leader Model United Nation di Bangkok Thailand (Queen Sirikit National Convention Center) beberapa waktu lalu

Anak tunggal dari Nurbiyantoro SP dan Risawati (mantan anggota DPRD Boyolali tahun 1999 – 2004), mantan Ketua YKDP AUB Surakarta ini menyatakan setelah lulus akan bekerja di perusahaan asing yang gajinya dollar.

Karena konsentrasi ilmu yang dipelajari berskala internasional. Jika memang jodoh, bernasib baik, mengapa tidak? mohon doa restunya.

Lebih lanjut dikatakan, peserta lomba saat itu 28 orang yang berasal dari 4 benua yaitu Amerika Latin, Eropa, Asia, dan Australia.

Dalam lomba tersebut memperdebatkan tentang hak asasi manusia bagi penduduk asli Papua Barat.

“Penghargaan yang saya terima namanya Honorable Mentions,” ujarnya.

Lomba tersebut berlangsung pada 28 Februari 2919 di Bangkok Thailand, dan dalam lomba tersebut dibuka oleh Shalina Miah, selaku Regional Office Manajer Asia Pasific United Nation Valuantiees (UNV).

Anak semata wayang Nurbiyantoro yang juga alumni prodi HI UGM ini juga telah menyelesaikan tugas akhirnya dengan judul ON-TRUCKS Digital Content Development for Increasing Digital Communication Acquisition Rate.( Red )

Tinggalkan Balasan