Pemalang – Masalah sampah merupakan masalah kita semua, permasalahan serius yang harus ditangani karena telah menjadi permasalahan sosial,  ekonomi dan budaya. Banyak kejadian dengan sosial budaya yang tidak disiplin dan sempitnya tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga ada kecenderungan  masyarakat banyak membuang sampah di sungai.

Relawan Peduli Kemanusiaan (RPK) Jawa Tengah menggelar Seminar Fiqih Lingkungan, Gaya Hidup Baru masa Pandemi dan Peresmian taman ecobrick Srikandi Sungai Indonesia (SSI) kabupaten Pemalang. Kegiatan yang diresmikan secara daring oleh Gubenur Jawa tengah secara daring, dilaksanakan rabu – kamis (26 – 27/8). Selain daring juga diadakan pkeguatan luring  di  Moga Rafting Desa Kebanggan kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan lingkungan dan membuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Tarto Budi Harso Ketua RPK menyampaikan, Sangat penting menggandeng semua elemen, karena urusan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.

“Adanya seminar ini kami berharap semua tokoh, baik ulama, komonitas, Lembaga Pemerintah, DPRD, Peneggak Hukum, pengusaha, akademisi, Ormas, LSM ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, jika semua ikut niscaya kabupaten pemalang kedepan akan menjadi kabupaten yang bersih.” jelas Tarto, sabtu (29/8).

Atas nama Panitia seminar dia  mengucapkan banyak terimah kasih kepada pemerintah daerah maupun provinsi dan peserta yang telah mendukung kegiatan seminar ini Ucapnya.

Prof. Dr. Suratman, M.Sc. Grant and Project; Penelitian; Pengabdian; Publikasi. Profil; Course and Supervision sekaligus Pembina RPK dan SSI menuturkan Taman ecobrick Srikandi Sungai Pemalang sangat inovatif dan mendukung program SDGs .

“Selamat dan sukses dengan telah di Resmikannya Taman Ecobrick pertama di Indonesia oleh Pak Gubernur Jawa Tengah. Tetap kreatif SSI dan Relawan peduli Kemanusiaan Jateng,” ucapnya.

Drs.H.Saifullah Ahmad ketua MUI Pemalang menyampaikan, Pertama MUI memberikan apresiasi yang tinggi kepada RPK dan SSI juga panitia seminar, dengan adanya kegiatan seminar fikih lingkungan karena hal itu dapat mendorong stake holder / berbagai pihak untuk lebih mencintai alam sekitar . Dan juga mendorong tumbuhnya kesadaran masarakat akan pentingnya mengelola sampah dengan baik .

“Dengan adanya fatwa mui no 41 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah utk mencegah kerusakan lingkungan, maka para pegiat lingkungan hidup , pemerintah dan semua pihak yg berkepentingan dapat mempedomani fatwa tersebut. Sehingga ada dasar hukum yang jelas dari perspektif syariah islam . Bahwa pengelolaan sampah dengan baik itu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah swt yang berpahala di alkherat kelak. MUI Pemalang akan menyebar luaskan di setiap momen momen keagamaan, ” ujar Drs H. Saifullah Ahmad.

Kegiaatan berjalan dengan lancar dan sukses,67 peserta Off line dan Peserta On line komunitas pegiat lingkungan dan sungai, juga trainer GEA se Indonesia. (RedG)

Tinggalkan Balasan