Solo-Karya poster yang lolos 20 finalis dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2020 yang diselengarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini mengangkat kesetaraan gender dalam masa wabah pandemi. Sesuai tema, maka bertiga yaitu Hanintyas Puspita Alya, Kemascaya Augjaw Nonglala, dan Nur An-Nisa, dimana semuanya dari mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta angkatan 2019.

Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds, Sabtu (29/8) mengatakan karya poster tersebut mengangkat masa pandemi ini, keluarga menjadi isu yang banyak diperbincangkan, terutama jumlah penderita sampai jumlah korban meninggal yang selalu diinformasikan di berbagai media.

Dikatakannya, adanya penderita dan korban meninggal dari anggota keluarga akibat virus tersebut merupakan salah satu contoh kasus dari faktor risiko bagi keluarga. Jumlah penderita dan korban yang semakin banyak memicu kekhawatiran semua pihak terhadap dahsyatnya penularan virus corona. Hal inilah yang memicu pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang intinya untuk melindungi anggota keluarga dari penularan virus ini seperti penutupan sekolah, physical distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work from Home (WFH).

“Keluarga menjadi sentral utama dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut. Kepatuhan anggota keluarga dalam melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat berperan besar dalam menekan dampak pandemi. Keluarga berperan penting melindungi, mensosialisasikan dan mengajarkan anggota keluarganya untuk selalu cuci tangan, memakai masker jika keluar rumah, tidak berkerumun dan tidak banyak ke luar rumah. Oleh karena itu penguatan fungsi keluarga sebagai fungsi perlindungan, fungsi sosial dan pendidikan harus terus ditingkatkan dalam upaya menekan dampak pandemi virus corona. Kemampuan keluarga mengendalikan individu secara terus menerus, merupakan kekuatan sosial yang tidak dapat ditemukan pada lembaga lainnya. Oleh karena itu kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan sangat dipengaruhi oleh kekuatan sosial dalam keluarga,” ujarnya.

Dia menambahkan kegiatan kompetisi untuk mahasiswa di tingkat nasional ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya inovasi dan kreativitas mahasiswa di bidang teknologi digital serta membangun softskill dengan baik. Pada pelaksanaan tahun ini, berdasarkan situasi pandemic COVID-19 di Indonesia, serta hasil pembahasan dengan tim pakar maka kegiatan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) dilaksanakan secara daring.

Karya yang berjudul “Keluarga Tanggap Wabah Corona, Lindungi Generasi Masa Depan” ini lolos ke babak final pada lomba Divisi IV : Kreasi Poster Digital Penghormatan Gender Poster digital untuk peningkatan peran gender dalam ketahanan keluarga dan masyarakat untuk menghadapi pandemi dan kesiapan memasuki era tatanan kehidupan baru pasca-pandemi.

Dibawah bimbingan dosen yaitu Basnendar Herry Prilosadoso, S,Sn., M.Ds, karya desain poster dengan nama kelompok Peppermint ini yang memperlihatkan visualisasi keluarga yang tangguh dan tanggap, serta untuk menampilkan representasi dari kesetaraan gender dalam mencegah dan menanggulangi wabah pandemi Covid-19 ini. Selain aspek karya, dan presentasi, faktor lainnya juga memperhitung aspek pilihan penonton karya lewat medsos Instagram dengan link https://www.instagram.com/p/CDlYmYxn5q-/?igshid=1luqx1j50yns. Pembaca medsos tersebut bisa melihat, dan share serta like agar karya ini bisa meraih pemilih suara terbanyak.

“Melalui desain poster ini, peran keluarga memang unit terkecil dalam masyarakat, tetapi keluarga memiliki peran besar dalam keberhasilan menekan dampak pandemi virus corona dan kesuksesan menuju era normal baru. Tidak hanya berperan penting dalam mewujudkan SDM berkualitas tetapi juga menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran virus ini dan kunci utama dalam kesuksesan memasuki era normal baru. Di masa pandemi dan memasuki era normal baru, keluarga harus memperkuat fungsinya supaya mampu menjadi pilar dan pondasi yang kuat untuk negara Indonesia demi mampu melindungi generasi penerus bangsa,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan