Solo-Calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka terus melakukan aksi kemanusiaan. Kali ini ia menyambangi RT 1-3/RW 16 Gilingan, Banjarsari. Gibran datang ke lokasi pukul 08:10 WIB dan membagikan sembako secara simbolis kepada warga.

Rukianto selaku sesepuh RT 2/16 menyatakan terima kasih. “Terima kasih kepada Mas Gibran. Mas Gibran mau bermasyarakat dan ke sini kasih bantuan,” ujarnya.

Tak hanya menyerahkan secara simbolis, Gibran juga menyalurkan bantuan berupa sembako langsung ke sejumlah rumah sambil menjenguk warga yang sakit. Warsi, (64) warga RT 02/16 pun dibesuk lantaran sudah lama terkena stroke dan diabetes.
Gibran tampak melepas alas kaki sebelum masuk rumah Warsi kendati dilarang tuan rumah. Gibran mengajak berdialog untuk memastikan wanita sepuh itu mendapat pengobatan yang layak.

“Sudah berapa lama sakitnya, Bu? Kontrolnya di mana? Lha ini sudah sarapan belum? Obatnya rutin diminum nggih?” Terdengar sederet pertanyaan yang diutarakan Gibran.

“Ya, ini rutin kontrol di Puskesmas, Mas,” Warsi menambahkan. Usai berbincang hangat, Gibran pun pamit. Tak lupa ia turut mendoakan Warsi agar cepat sembuh.

“Nggih pun, saya tak muter dulu, Bu, cepat sembuh ya,” tuturnya sambil mengatupkan kedua tangan di dada.

Dari rumah Warsi, Gibran menuju rumah pasutri sepuh yang juga sakit.

Mereka adalah Suharto Harso Sumarto yang sakit pengapuran tulang dan istrinya, Suyamti yang mengalami gejala stroke. Gibran menyerahkan bantuan dan mendoakan keduanya agar lekas sehat kembali.

“Panjang umur ya, Pak. Alhamdulillah usia 80 masih seger,” tutur Gibran. Saat bersama pasutri itu, Gibran sempat bercanda sambil memberi pesan untuk teratur minum obat dan jaga pola makan, pasutri itu pun mendoakan Gibran menjadi Wali Kota Solo. “Amiiin, amiiin.. matur nuwun nggih,” jawab Gibran dan rombongan yang hadir.

Warga lain yang dikunjungi Gibran adalah Narimin (60) ibunda Ketua RT 03/RW 16. Di sana ia berbincang mengenai kondisi Narimin dan menyarankan untuk tetap rutin kontrol kesehatan. Usai membesuk, Gibran lanjut menyusuri gang-gang sempit untuk menyapa warga. Sepanjang jalan dia beberapa kali berhenti untuk membagikan buku kepada anak-anak. Anak-anak pun senang. “Ini ya, buat belajar,” ujar Gibran.(sumber PDI Perjuangan)

Tinggalkan Balasan