Arif Setya Budi, Salah satu anggota fraksi partai Demokrat

Pacitan – Terkait maraknya kabar berita yang mengatakan bahwa hasil pilkada di Pacitan nyaris akan melawan bumbung kosong, tengah ramai di perbincangkan oleh netizen di Pacitan, Jawa timur.

Menurut kabar yang beredar Indrata Nur Bayuaji akan mendapatkan rekomendasi menuju kursi singgasana di pendopo Kabupaten Pacitan sebagai Calon Bupati Pacitan, Jawa Timur dan Gagarin Sumrambah akan di posisi kan menjadi calon wakil bupati pacitan.

Keduanya, sebelumnya sempat berlomba-lomba untuk meminang hati masyarakat pacitan dan berdasarkan hasil poling sempat saling kejar-kejaran.

Padahal rekomendasi dari Demokrat belum turun dan rekomendasi dari partai Golkar juga belum turun, namun riuhnya kabar sudah melampaui ambang batas kewajaran.

Arif Setya Budi, Salah satu anggota fraksi partai Demokrat pun juga memberikan klarifikasi terkait kabar berita yang kurang pas kebenaran nya tersebut.

“Ya kalau pun nanti itu benar, antara Mas Aji dan pak Gagarin di beri kepercayaan untuk memimpin Pacitan itu tentunya untuk kebaikan pacitan untuk lebih maju lagi,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Arif, mengatakan bahwa itu belum lah jelas karena masih menunggu waktu hasilnnya seperti apa, karena menurut nya semua keputusan ada di pusat.

“Semua belum jelas, secara resmi belum di umumkan bahkan semua tokoh sudah berkoar-koar harus bersabar diri, menunggu waktu. Apapun yang terjadi nanti pilkada di Pacitan tentunya tujuannya untuk yang terbaik,” imbuhnya

Terkait hasil rekomendasi dengan sistem dinasty yang di gosip kan untuk Indrata Nur Bayuaji,di mana keponakan mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Arif, pun menjawab bahwa tidak ada sistem dinasty di partai berlogo mercy di Pacitan.

“Tidak ada politik dinasty, semua punya hak yang sama. Kalau kita melihat rekam jejak mas Aji, saya rasa sudah cukup jelas, karena beliau sudah lama menjadi anggota DPRD Pacitan sejak tahun 2009 lalu,dan beliau di dapil nya juga selalu mendapatkan suara terbanyak,” jelasnya.

Arif, juga menilai kewajaran pusat untuk memberikan rekomendasi terhadap Indrata Nur Bayuaji. Dimana lanjut Arif, proses berpolitiknyasapaan akrab Aji, ini sudah begitu lama dan selalu mendapat kan suara terbanyak di dapilnya.

“Proses berpolitik beliau ini kan sudah lama, bisa di katakan dinasty bila beliau ini dalam proses politik nya tiba-tiba, kemudian langsung menjadi calon Bupati akan tetapi proses politik beliau ini kan sudah lama,” terang Arif.

Arif, pun juga berpesan agar untuk para bacalon yang tidak mendapatkan rekomendasi haruslah legowo pasalnya kita semua harus siap di era demokrasi seperti saat ini. (RedG/Apri)

Tinggalkan Balasan