Surakarta – “Bali Ndeso Cegah Covid-19″ merupakan tema yang diangkat dalam Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) pada tahun 2020. KKN yang dilaksanakan dilingkungan asal mahasiswa ini dilaksanakan mulai 23 Juli 2020 hingga 31 Agustus 2020. Tema kegiatan yang dilakukan dapat meliputi Aspek Kesehatan, Aspek Pariwisata, Aspek Pendidikan, Aspek Ekonomi, Aspek Ketahanan Pangan,atau Aspek Teknologi.

Reka Cita (21) mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta kelompok KKN 29 penanggung jawab Dosen Pembimbing Lapangan Akhmad Mustofa, S.TP., M. Si melakukan kegiatan KKN UNISRI “Bali Ndeso”Cegah Covid19 ditempat tinggalnya yang berada di Sukomulyo RT 05 RW 11 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta.

Pada kegiatan KKN UNISRI “Bali Ndeso”Cegah Covid 19 ini Reka memiliki program kerja memberikan Pelatihan Pembuatan Produk Pangan Nugget dengan Bahan Kombinasi dari Sumber Protein Nabati. Program kerja ini dilaksanan Selasa, 11 Agustus 2020 lalu di salah satu rumah warga yang memiliki usaha warung makan.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh ibu – ibu yang bertempat tinggal di Sukomulyo RT 05 RW 11 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta .

Kegiatan ini bertujuan memberi inovasi dalam membuat menu makanan atau camilan sehat untuk anak – anak di rumah selama pandemi Covid-19, serta dapat menjadi inovasi untuk membuat usaha berupa produk pangan.

“Latar belakang saya membuat program kerja utama KKN UNISRI “Bali Ndeso” ini dengan memberikan Pelatihan Pembuatan Produk Pangan Nugget dengan Bahan Kombinasi dari Sumber Protein Nabati, karena banyak para orang tua terutama ibu – ibu yang bingung mencari makanan camilan atau menu makanan yang sehat, murah, dan praktis selama pandemik ini. Maka dari itu saya memberikan pelatihan pembuatan Nugget dengan Bahan yang Dikombinasi dari Sumber Protein Nabati. Bahan – bahan yanggunakan mudah didapat, harga terjangkau, dan pembuatannya yang mudah. Selain itu, nugget dapat dinikmati oleh semua kalangan dari anak – anak hingga orang dewasa, nugget dapat disimpan di dalam freezer kulkas dan mudah dalam penyajiannya” penuturan Reka Cita, senin (24/8) kepada tim g-news.id

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan Nugget Kombinasi Protein Nabati, yaitu :

Daging Ayam filllet (sesuai selera, bisa diganti dengan daging sapi ) : 300gram
Telur ayam : 1 butir
Tepung Terigu : 50 gram
Tepung Maizena : 50 gram
Kaldu bubuk : 1 sdt (atau sesuai selera)
Merica bubuk : 1/2 sdt (sesuai selera)
Garam : 1/2 sdt
Wortel parut : 80 gram
Bawang putih : 2 siung (bumbu halus)
Bawang Merah : 3 siung (bumbu halus)
Tempe kukus dan telah dihaluskan : 400 gram
Tahu yang telah dihancurkan dan diperas airnya: 300gram
Bahan pelapis :

Telur ayam : 1 butir (kocok)
Tepung Roti / tepung Panir : secukupnya
Proses Pembuatan :

Siapkan bahan – bahan yang digunakan
Timbang tempe, lalu kukus selama 15 menit, kemudian diamkan hingga agak dingin, dan haluskan.
Hancurkan tahu, dan peras menggunakan kain agar air yang terkandung pada tahu berkurang.

Haluskan bawang putih dan bawang merah.
Giling atau cincang daging hingga halus, letakkan pada baskom, kemudian tambahkan tempe yang telah dihaluskan, tahu yang telah dihancurkan, bumbu halus, tepung maizena, tepung terigu telur ayam, masukkan merica, garam, dan kaldu bubuk, lalu campur hingga rata.

Tambahkan wortel parut, kemudian campur hingga rata.
Masukkan pada loyang, kemudian kukus kurang lebih selama 25 menit hingga adonan matang.
Setelah adonan matang, diangin – anginkan pada suhu ruang selama 10 menit, dan dimasukkan kedalam kulkas selama 15 menit, agar memudahkan pada saat pemotongan.

Potong sesuai ukuran yang dikehendaki, masukkan kedalam kocokan telur, dan dibalur dengan tepung roti / tepung panir sesuai hingga merata.
Nugget dapat disimpan didalam frezeer atau goreng langsung.

Ibu – ibu mengikuti kegiatan pelatihan dengan sangat antusias, serta memperhatikan dengan seksama tahapan proses pembuatan dan ibu – ibu senang dengan adanya pelatihan ini. Selain itu, ibu – ibu dan anak – anak dapat mencicipi bagaimana hasil nugget yang telah dibuat secara bersama – sama pada saat pelatihan. Anak – anak juga menyukai hasil nugget yang dibuat.(RedG)

Tinggalkan Balasan