Surakarta- Tokoh masyarakat asal Kota Surakarta, BRM Kusumo,SH,MH mengadakan rapat pemantapan yang kedua terkait aksi yang akan digelarnya pada Minggu, 30 Agustus 2020 di salah satu wedangan di kawasan Manahan, Minggu (23/8) malam.

Aksi yang akan digelar tersebut bertajuk Aksi Damai Barisan Solidaritas Masyarakat Surakarta Untuk Indonesia Damai yakni longmarch dari kawasan Ngarsopuro sampai di bundaran Gladak.

Kusumo mengatakan tujuan aksi tersebut adalah untuk Kota Solo yang damai dan bermartabat.

“Kota Solo yang adem ayem, berbudaya, aman, nyaman, saling menghormati dan hidup dalam sebuah kebersamaan,” ujarnya.

Kusumo menuturkan, sebagai kota kuno, Kota Solo sudah ada jauh sebelum NKRI terbentuk.

“Leluhur kami mendidik agar hidup bermanfaat bagi orang lain. Kami tidak ingin ada gesekan dalam masyarakat Kota Solo demi sebuah kepentingan baik pribadi, golongan maupun politik supaya tidak terjadi adanya perpecahan,” bebernya.

Terkait aksi, Kusumo menambahkan aksi tersebut adalah aksi damai dan aksi budaya.

“Budaya yang santun, budaya yang menghormati. Kita akan mengadakan parade budaya. Kita akan adakan kirab Sang Saka Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada simbol negara,” katanya.

Sudah ada 78 elemen masyarakat yang bergabung, Kusumo berharap akan ada 100 elemen yang nanti akan ikut serta.

“Elemen yang didominasi oleh masyarakat kecil seperti PKL, pedagang pasar, ojek online dan masyarakat marginal.Ada juga mahasiswa,pelajar, ormas, paguyuban, budayawan dan seniman,” ungkapnya.

“Solo mempunyai masyarakat yang heterogen, perbedaan adalah hal yang biasa namun persaudaraan yang harus dijaga. Kita ingin Kota Solo yang aman,” sambungnya.

Kusumo menegaskan aksi yang akan digelar nanti adalah aksi murni untuk Kota Solo. Sebagai warga asli Solo,dia mempunyai pertanggungjawaban kepada para leluhurnya terkait keadaan kota tersebut.

“Saya berharap jumlah peserta aksi yang akan hadir lebih dari 1000 orang, mengapa kami melakukan aksi ini, kami prihatin dengan keadaan Solo sekarang dimana warga sudah terpecah belah, terkotak-kotak, sehingga perlu dipersatukan dalam aksi damai,” jelasnya.

Terkait pendanaan aksi, Kusumo menegaskan tidak ada satupun yang mendanai aksi tersebut, semua murni dari dirinya.

“Saya sadar aksi nanti membutuhkan dana yang tidak sedikit, saya tidak ada titipan dari pengusaha, tokoh, pejabat ini dari pribadi saya dibantu seluruh teman jaringan. Sekali lagi saya tegaskan saya tidak di back up siapapun,” tegasnya.(red)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan