Wonogiri-Ikan merupakan salah satu asupan gizi yang kaya protein dan omega 3 yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat guna mencegah penularan COVID-19.
Periode Juni-Oktober 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI melakukan kegiatan perluasan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) berupa penyerahan bantuan ikan/olahan ikan di 110 lokasi yang tersebar 21 provinsi.

Sabtu, 22 Agustus 2020 KKP bersama Komisi IV DPR RI melaksanakan kegiatan Safari Gemarikan di Kabupaten Wonogiri yang dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IV Luluk Nur Hamidah, Direktur Pemasaran KKP, perwakilan Inspektorat Jenderal KKP dan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan masyarakat penerima paket Gemarikan.

Luluk Nur Hamidah mengatakan tujuan kegiatan tersebut dalam rangka penanganan stunting, penyerapan produk UKM/pembudidaya/nelayan dan penanggulangan Covid-19.

Luluk menambahkan pada kesempatan tersebut sebanyak 500 paket Gemarikan berupa ikan/olahan ikan terdiri dari ikan siap saji, bakso ikan, abon ikan, keripik ikan, kerupuk ikan, dimsum ikan dan siomay ikan.

Paket Gemarikan tersebut diserahkan secara simbolis di Omah Ratu Lebah, Dusun Jatibedug, Desa Purworejo,Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri untuk kemudian didisitribusikan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Wonogiri.

“Bantuan ikan/olahan ikan tersebut diperoleh dari UKM setempat dengan harapan dapat membantu penyerapan produksi dan menjaga keberlangsungan usaha mereka pada situasi pandemi ini,” ujar politisi yang akrab disapa Mbak Luluk tersebut.

Acara tersebut dilakukan secara singkat, mengacu pada protokol kesehatan dengan rangkaian kegiatan penyerahan bantuan ikan/olahan ikan secara simbolis kepada 10 orang wakil penerima.

“Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) ini adalah program yang dijalankan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Selain dari pemerintah, program ini harus didorong dan didukung juga oleh masyarakat,” beber Mbak Luluk.

“Kita harus punya semangat dan optimisme dalam menghadapi pandemi COVID19 ini, jangan anggap remeh tapi kita harus tetap produktif dg cara beradaptasi menghadapi pandemi ini. Ayo saatnya menyampaikan ke jamaah dan lainnya pentingnya mendorong generasi yg sehat dg makan ikan terutama untuk kehidupan 1.000 hari pertama”, lanjut Mbak Luluk.

Sementara, Direktur Pemasaran KKP, Machmud menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo pada Ratas mengenai percepatan penurunan stunting tanggal 5 Agustus 2020, yang meminta jajarannya untuk fokus kepada sepuluh provinsi dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting yang menjadi salah satu program di bidang sumber daya manusia. Upaya tersebut harus tetap berjalan di tengah upaya pengendalian Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini.

“Untuk menangani stunting antara lain diperlukan pola hidup dg menjaga kebersihan, pola asuh dengan mendidik bahayanya stunting dan pola makan dengan asupan gizi yang baik terutama dengan mengkonsumsi ikan”, imbuh Machmud.

Kesepuluh provinsi yang menjadi perhatian utama tersebut, menurut Machmud merupakan provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Sebagaimana diketahui berdasarkan data Susenas (2018) konsumsi ikan dalam rumah tangga Kabupaten Wonogiri sebesar 25,43 kg/kapita dibawah capaian AKI Provinsi Jateng sebesar 30,64 kg/kapita, maupun AKI Nasional sebesar 50,69 kg/kapita. Prevalensi stunting di Kabupaten Wonogiri (10,03%) dan Provinsi Jawa Tengah (14,9%), di bawah prevalensi nasional 30,8%. Hal ini harus dipertahankan serta dengan adanya kegiatan Safari Gemarikan sebagai upaya peningkatan angka konsumsi ikan diharapkan penyerapan ikan di Kabupaten Wonogiri dapat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa di situasi pandemi COVID-19 ini, makan ikan sangat penting karena merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19. Selain itu ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan. Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta lanjut usia,” tutup Machmud. (Red)

Tinggalkan Balasan