Sukoharjo – Sejumlah seniman-seniwati Kota Solo menginisiasi acara bertajuk SOLO BANGKIT UNTUK INDONESIA guna mengisi Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-75

Acara kegiatan SOLO BANGKIT UNTUK INDONESIA” adalah sebuah kegiatan menunjukkan eksistensi pada seni budaya tradisional Jawa khususnya kota Solo.

Menil Ester Wulandari, Selasa (18/8) ketika memberikan keterangan pers di Rumah Batik Walangkekek di kawasan Solo Baru mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang untuk mengembangkan semangat dalam pengembangan kesenian tradisi dan mempertahankan kebudayaan kota Solo dari mulai pakaian dan pelestarian makanan khas Indonesia khususnya kota Solo.

Dikatakannya dengan adanya kegiatan ini, para pencipta dan pelaku seni dan adat budaya Solo memiliki kesempatan untuk mengaktualisasikan atau mengekspresikan diri dan akan berusaha

“Terus mengembangkan seni dan budaya tradisi serta mengaktualisasikan makanan khas daerah yang masih dilestarikan walaupun di tengah kondisi pandemi covid19 seperti sekarang ini,” jelasnya.

Dia menuturkan Kota Solo masih tetap semangat dan bangkit sehingga nantinya bisa menjadi inspirasi untuk kota-kota yang lain di indonesia. sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai seni dan budaya Indonesia.

“Pesan SOLO BANGKIT UNTUK INDONESIA diwujudkan dalam video berdurasi sekitar 30 menit yang menampilkan konten pelestarian seni dan budaya Jawa khususnya kota Solo, mulai dari musik, tarian, busana, hingga kuliner khas kota Solo yang beraneka ragam.Acara ini diprakarsai oleh Batik Walangkekek dan Ndalem Arianti at Laweyan dengan melibatkan pemerintah Kota Solo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan tokoh-tokoh masyarakat Kota Solo, seperti Sumartono Hadinoto sebagai penasehat dalam acara ini,  Anas Syahirul sebagai penganggung jawab, Menil Ester Wulandari sebagai ketua penyelenggara, selain itu Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) yang berkenan memberikan testimoni di video tersebut, FX Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta) menyanyikan Lagu Rayuan Pulau Kelapa bersama Hj. Waldjinah dan Endah Laras,” bebernya.

Lebih lanjut ditambahkannya, Hj. Waldjinah menyanyikan lagu Merah Putih Cipt Gombloh bersama  Guh S Mana dengan action paintingnya, Tumpeng Solo menampilkan kuliner khas kota Solo yang beraneka ragam, Siti Atikoh Ganjar Pranowo membacakan puisi karangan Ronggowarsito, R. Ay. Irawati Kusumorasri dengan tarian tradisionalnya, Endah Laras yang menyanyikan lagu Kutha Sala dengan backing vocal Christian Adi Jaya dan Ruth Sekardini, Bambang Heri dengan menampilkan musik solo saxophone.(red)

Tinggalkan Balasan