Brebes – Sosialisasi tentang rekrutmen Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat di Aula Pepabri Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, dengan protokol kesehatan covid-19, Senin (10/8/2020).

Sebanyak 28 orang dari berbagai unsur masyarakat di wilayah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengikuti rekrutmen Komcad Mantra Darat. Dikemukakan Danramil melalui Bati Tuud, Peltu Edi Burhanuddin, Komcad disiapkan guna memperbesar dan memperkuat kekuatan serta kemampuan komponen utama TNI dalam mengantisipasi hakekat ancaman kedaulatan NKRI.

Bela negara merupakan kewajiban setiap WNI baik dalam keadaan aman maupun keadaan tidak aman. Untuk keadaan aman contohnya adalah mematuhi peraturan lalu lintas, mematuhi hukum atau kebijakan Pemerintah yang berlaku, belajar di bangku sekolah dengan baik, dan lain-lain.

“Perekrutan warga sipil menjadi Komcad berdasarkan Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) tentang pertahanan negara. Komcad ini merupakan elemen di luar TNI, dimana perannya sama dengan komponen pendukung lainnya,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, elemen bentukan ini bukanlah wajib militer namun sukarela dalam bela negara.

Terpisah dijelaskan Pasipers Kodim Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, SE, bahwa warga sipil yang lolos seleksi akan mendapatkan ilmu dasar militer selama 60 hari di Brigif 4 Dewa Ratna, Slawi, Kabupaten Tegal, mulai tanggal 4 September 2020.

Semua biaya akan ditanggung oleh negara, mulai dari makan, tidur, seragam, dan bahkan uang saku.

“Untuk persyaratan yang harus dipenuhi adalah WNI, berbadan sehat, usia 18-35 tahun, minimal tamatan Sekolah Dasar, dan siap mengikuti seleksi, setelah itu baru diangkat menjadi Komcad, kemudian dikembalikan lagi ke profesi semula,” bebernya.

Rekrutmen tersebut bersifat terbuka alias siapa saja boleh mendaftar, termasuk pegawai negeri atau swasta, dan mahasiswa, asalkan memenuhi syarat.

Di Brebes sendiri, ditargetkan 90 orang yang akan dikirim seleksi lanjutan di Brigif 4/DR. Jumlah tersebut akan diambil dari 17 Koramil/Kecamatan di Brebes.

“Komcad akan digerakkan untuk membantu TNI jika negara dalam keadaan darurat dan membutuhkannya. Setelah kondisi negara dinyatakan aman, maka Komcad akan dikembalikan lagi ke profesinya masing-masing,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk pengerahan/mobilisasi Komcad, melalui perintah langsung dari Presiden dengan persetujuan dari DPR, sehingga tidak sembarangan.

Untuk diketahui, rekrutmen berdasarkan permintaan Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan, Bondan Tiara Sofyan di Kantor Kemhan, Jakarta, akhir Februari 2020 lalu (20/2).

Kementerian Pertahanan (Kemenhan), menargetkan 25 ribu milenial bergabung dalam Komcad pertahanan negara, dalam berapa tahun tergantung anggaran. (RedG/Aan)

Tinggalkan Balasan