Grobogan – Di Jawa Tengah terdapat 9 Kabupaten/Kota endemis penyakit menular kaki gajah (filariasis). Salah satunya adalah Grobogan. Wilayah endemis ini mendapat bantuan Kementerian Kesehatan berupa Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) penyakit kaki gajah secara serentak disetiap bulan Juli selama lima tahun berturut-turut.

” Sebagai peserta KKN Unisri yang sekaligus sebagai warga Grobogan saya tergerak untuk membantu Puskesmas Penawangan di mana saya berdomisili untuk mendistribusikan POPM penyakit kaki gajah di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan, Grobogan, ” ungkap mahasiswi Fakultas Ekonomi peserta KKN Unisri grup 3, Solichatun Nikmah.

Lebih lanjut, Solichatun Nikmah, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anggo Doyoharjo, SH, MH, menjelaskan distribusi obat dilaksanakan, Senin (3/8-2020) mencakup 5 dusun yang terdiri 7 RW dan 35 RT.

” Semua mendapatkan obat pencegahan kaki gajah, kecuali yang sakit atau berada di luar desa dan ibu menyusui. Pembagian obat dibantu 20 kader PKK, ” paparnya.

Para warga menyambut gembira pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah atau disebut lymphatic filariasis. Sumber penyakit ini berasal dari cacing Filariodidea yang menginfeksi kelenjar getah bening.

“Cacing ini masuk ke tubuh manusia dengan perantara nyamuk. Penyakit kaki gajah biasa ditemukan di wilayah tropis, seperti Indonesia,” tandas Solichatun Nikmah (*)

Tinggalkan Balasan