Semarang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas PGRI (UPGRIS) Semarang menggelar kegiatan bedah buku berjudul “Bioremidiasi: Mikroorganisme sebagai Fungsi Bioremediasi pada Perairan Tercemar”.

Hal ini diadakan bedah buku tersebut dikarenakan pertambahan jumlah produk hasil industri terus meningkat seiring naiknya kebutuhan masyarakat. Proses produksi memerlukan pabrik sebagai tempat pembuatan dan pengolahan bahan-bahan yang pada akhirnya memunculkan limbah pabrik. Limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diatasi dengan baik.

Dr Endah Rita Sulistya Dewi, S Si, M Si menyampaikan, salah satu cara mengurai limbah ialah dengan proses bioremediasi, yang artinya pemanfaatan mikroba di bidang lingkungan, terutama untuk mengatasi pencemaran lingkungan.

“Bagi para industriawan, mikroorganisme bisa digunakan sebagai bahan menetralkan pencemaran tersebut. Dengan biaya murah dan mudah diaplikasikan,” ungkap Endah Rita dosen Universitas PGRI Semarang, Selasa (4/8/20).

Lebih lanjut, Rita mengatakan, bioremidiasi bisa digunakan misalnya untuk penetralan limbah dari pabrik tahu dan limbah cair lainnya. Proses ini akan membuat pencemaran lingkungan jadi berkurang. Rita juga menambahkan, buku yang dasarkan pada desertasi doktoral Ilmu Lingkungan di Undip tahun 2016.

Pemaparan pembedah kedua, Dr.Ary Susatyo Nugroho, S.Si., M.Si mengatakan, buku yang dibedah di acara UPT Perpustakaan UPGRIS tersebut merupakan hasil penelitian dari bioremidiasi.

“Buku ini sangat fokus terhadap persoalan yang spesifik. Bukunya pun sangat cermat membahas persoalan bioremidiasi,” ungkapnya.

Selain itu, Ary menambahkan, buku ini sangat cocok jadi bacaan bagi mahasiswa biologi secara umum, serta pengusaha yang memperhatikan dan peduli terhadap isu lingkungan.

Sementara itu, moderator dalam diskusi tersebut, M. Anas Dzakiy, S.Si. M.Sc, menganggap buku bioremediasi menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang upaya pencegahan pencemaran lingkungan dari limbah pabrik.

“Buku ini sudah memberikan klu konsep untuk menanggulangi sampah-sampah industrial menggunakan mikroorganisme. Ini penting karena seiring perkembangan zaman akan terus bertambah residu dari pabrik yang harus dicarikan solusinya” tambahnya.(RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan