Kendal – Desa Jungsemi yang secara teritorial masuk di wilayah Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mempunyai potensi besar untuk menjadi penopang kesejahteraan warganya. Salah satu daya tarik desa Jungsemi yang terletak di pinggir laut adalah Pantai Indah Kemangi. Pantai yang baru diresmikan awal tahun 2018 oleh Kepala Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisata Kabupaten Kendal tersebut memiliki potensi mendatangkan wisatawan yang tinggi namun belum terkelola dengan maksimal.

Hal ini yang melatarbelakangi tim dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang beranggotakan Dr. Rosalina Ginting,M.Si, Maftukin Hudah,S.Pd.,M.Pd., Valdyan Drifanda, S.Pd., M.Pd, Arief Rakhman Affandi, S.Tp., M.Si baru-baru ini.

Masyarakat Desa Jungsemi kabupaten Kendal provinsi Jawa Tengah memiliki Pantai dan perkebunan penghasil buah semangka belum dapat menikmati hasilnya secara maksimal. Dengan program PPDM ini masyarakat dibimbing agar mampu memberdayakan pantai menjadi pantai wisata dan semangka menjadi produk olahan yang bernilai tinggi, yaitu minuman isotonik. Dengan diadakannya program ini diharapkan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. “The Sport and Agricultural beach” Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal.

Kegiatan PPDM dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jungsemi dengan mengoptimalkan seluruh potensi, baik SDA ataupun SDM, untuk dilebur menjadi Obyek Wisata Pantai berbasis Sport and Agricultural Beach. Istilah ini dipilih karena desa wisata yang akan dibuat tidak hanya mengandalkan potensi alam saja tetapi juga bernilai edukasi bagi wisatawan yang mengunjungi Pantai Wisata ini.

Dr. Rosalina Ginting, M.Si, selaku ketua Tim menyampaikan memberikan solusi permasalahan masyarakat Desa Jungsemi dengan pendekatan holistic riset multi disiplin.

“Mengaplikasikan hasil riset unggulan Universitas PGRI Semarang sesuai dengan urgensi masyarakat Desa Jungsemi. Memberikan penguatan potensi masyarakat Desa Jungsemi melalui aplikasi hasil riset berupa minuman isotonik dan jelly drink buah semangka Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Memberikan pelatihan lifeguard, pelatihan olahraga pantai, pelatihan massage dan penanganan cidera, pelatihan manajemen organisasi untuk membangun tempat wisata pantai. Membentuk desa binaan sebagai desa wisata

“The Sport and Agricultural beach” Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal sebagai salah satu model science techno park Universitas PGRI Semarang,” ujarnya.

Dijelaskan Rosalina, rencana luaran berupa jasa, metode, produk/barang, dan diusahakan paten. Ditahun pertama, terbentuknya daerah wisata olahraga dan pertanian melalui BUMDes, Pokdarwis, Gapoktan, Karang Taruna dan ibu-ibu PKK; meningkatnya sumber daya manusia; terproduksinya hasil olahan semangka dan melon; terbentuknya sentra olahraga takraw pantai. Tahun kedua target luarannya adalah: meningkatnya produksi semangka dan melon; penambahan fasilitas perahu wisata dan olahraga volly pantai. Sedangkan target luaran pada tahun ketiga adalah: meningkatnya kapasitas produk hasil olahan semangka dan melon; terproduksinya varian olahan semangka dan melon; penambahan fasilitas berupa gazebo; penambahan olahraga kano pantai.

Lebih lanjut, mitra yang terlibat (uraikan apa kontribusinya) BUMDes “Sidodadi” Jungsemi berkontribusi pengaturan keuangan dan kebijakan publik desa. Kelompok Sadar Wisata desa Jungsemi berkontribusi dalam pengelolaan dan pemasaran Pantai Wisata Indah Kemangi. Gabungan Kelompok Tani desa Jungsemi berkontribusi penyedia melon dan semangka rawa asin. Serta, Karang Taruna “Citra Kartika” desa Jungsemi berkontribusi dalam pengelolaan pantai wisata Indah Kemangi, pengelolaan lahan parkir, pengembangan olahraga takraw, lifeguard, massage dan penanganan cidera.

Sementara itu, Nurul Abkhoriyah, STr. Keb Ketua Tim PKK Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mengucapkan terima kasih kepada Tim dari UPGRIS telah melaksanakan beberapa pelatihan dan workshop kepada masyarakat desa.

“Pelatihan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan masyarakat desa jungsemi yang meminta kepada tim pengabdi untuk memberikan ilmu dan melatih agar mampu mengelola Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi. Pelatihan dan workshop yang akan diberikan oleh tim pengabdi antara lain: pelatihan lifeguard, pelatihan olahraga pantai, pelatihan massage dan penanganan cidera, dan pelatihan manajemen pengelolaan tempat wisata. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, masyarakat mampu membuat sebuah Tempat wisata yang mampu dikelola secara professional,”tutur Nurul.

“Beberapa solusi yang ditawarkan dengan memaksimalkan potensi pantai dengan membuat pantai wisata bernuansa sport (dengan membangun spot-spot olahraga pantai) dan agricultural (dengan memaksimalkan penjualan dan budidaya buah endemik desa Jungsemi) agar pantai memiliki nilai jual yang tinggi,” imbuh Nurul. (RedG /Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan