Semarang – Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum menandaskan, meski digelar di tengah pandemi covid-19, peringatan Dies Natalis ke-39 kampus tersebut, tetap memberikan makna bagi seluruh civitas akademika. Terlebih dengan tema yang diambil, sesuai kondisi saat ini, yakni Peduli dan Berinovasi di tengah Pandemi.

“Peringatan Dies Natalis ke-39 ini, kebetulan bangsa Indonesia bahkan dunia sedang dilanda bencana pandemi covid-19, sehingga tidak bisa dilaksanakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, termasuk puncak acara yang hari ini diselenggarakan harus dilakukan dengan sebagian kecil tatap muka dan selebihnya dalam jaringan atau virtual, termasuk melalui streaming, video, dan live UPGRIS TV melalui tv.upgris.ac.id,” paparnya di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang pada hari Kamis, melalui keterangan tertulis yang diterima Gnews Id, Senin (27-7-20).

Muhdi menuturkan, tema yang diangkat diesnatalis tersebut, pada saat bangsa sedang menghadapi pandemi Covid-19, UPGRIS bisa menjadi bagian yang berkontribusi melalui kepedulian dan inovasi, dalam melawan korona yang berdampak kepada hampir semua sektor termasuk pendidikan.

“Berbagai inovasi yang kita hadirkan dalam membantu masyarakat dalam melawan covid ini, mulai dari pembuatan hand sanitizer, alat cuci tangan otomatis, hingga ventilator berbasis IoT yang dilengkapi dengan sensor-sensor canggih. Termasuk kepedulian terhadap warga dan lingkungan sekitar kampus, hingga para mahasiswa yang terdampak covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Muhdi dalam perjalanan ke-39 tersebut, UPGRIS mencatat saat ini jumlah mahasiswa pada tahun akademik 2019/2020 sebanyak 12.273 orang, terdiri dari program S1, S2, PPG dan 10 Mahasiswa Asing.

Jumlah tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun 2017/2018 sebanyak 12.509 mahasiswa, seiring peningkatan mahasiswa baru sebanyak 3.190 orang.

Disatu sisi, kampus UPGRIS juga terus bergerak dalam peningkatan SDM , serta sarana dan prasarana kampus, dalam mendukung perkuliahan. Saat ini jumlah dosen tetap UPGRIS sebanyak 386 orang, dengan kualifikasi pendidikan Doktor (S3) pada tahun ini meningkat menjadi 74 orang. Sementara, sebanyak 80 orang dosen saat ini masih studi lanjut di luar maupun di dalam negeri. Jabatan akademik dosen juga terus di dorong, dan saat ini UPGRIS memiliki 5 Guru Besar, dan 171 Lektor kepala dan lektor.

“Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas PGRI Semarang, juga terus tumbuh berkembang sehingga berbagai penelitian terus dilakukan dan hibah serta kerjasama penelitian dan pengabdian masyarakat semakin meningkat. Sehingga penelitian UPGRIS menempati rangking 66 Nasional dan 10 besar Jateng , dan pengabdian masyarakat peringkat 23 Nasional dan 5 besar Jateng PTN/PTS non vokasi,” kata Muhdi.

Lebih jauh diterangkan, pada tahun 2019/2020 ini, banyak program studi di UPGRIS yang melakukan reakreditasi, dan hasilnya, tiga prodi lama berhasil mencapai peringkat A yakni BK, PPKN, dan Pendidikan Biologi, serta tiga prodi baru meraih B yaitu S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Hukum dan Informatika, serta Manajemen.

Sementara, beberapa program studi lainnya sedang menunggu visitasi.

“Selain itu kita perkuat fasilitas pembelajaran, terutama terkait Learning Management System untuk memfasilitasi perkuliahan secara online, dengan mulai diterapkannya blended learning, terlebih disaat pandemi harus dilaksanakan daring bagi semua mahasiswa,” terangnya.

Dirinya pun berharap pada usia ke-39 ini, UPGRIS semakin mampu mengembangkan diri sebagi perguruan tinggi yang membanggakan. “Tentu, dukungan dari semua pihak sangat diharapkan. Semoga Allah SWT selalu memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita semua, sehingga kita dapat berbuat yang terbaik untuk Universitas PGRI Semarang. Terima kasih, sekali lagi kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu perkembangan Universitas PGRI Semarang,” pungkas Muhdi. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan