Pemalang – Satgas covid-19 kabupaten Pemalang melalui juru bicaranya Tetuko Rahardjo kembali menggelar konferensi pers mengenai perkembangan penanganan covid-19, Kamis malam (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Tetuko menyatakan update warga Pemalang yang terkonfirmasi positif sebanyak 83 orang, dirawat 40 orang dan meninggal 3 orang, ada penambahan 6 orang yang terkonfirmasi positif corona dan satu orang telah dinyatakan sembuh.

Setelah hari sebelumnya Satgas mengumumkan bahwa bupati Pemalang dan beberapa pejabat dilingkungan pemerintah Kabupaten Pemalang terkonfirmasi positif, Kamis malam Tetuko kembali mengumumkan beberapa pejabat publik terkonfirmasi positif.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, dari enam orang, dua diantaranya adalah anggota DPRD Kabupaten Pemalang. Dua anggota DPRD tersebut yaitu UMR dan NH. Selain itu ada pejabat dilingkungan pemerintah Kabupaten Pemalang, juga dinyatakan kasus positif corona. Hal itu terungkap berdasarkan hasil uji swab beberapa waktu terakhir, setelah Bupati dan Sekda Pemalang dinyatakan positif.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Pemalang memaparkan enam orang yang dinyatakan positif. Menurut dia, mereka memiliki mobilitas yang cukup tinggi.

“Orang-orang tersebut juga memiliki mobilitas yang cukup tinggi dan ada yang mempunyai riwayat kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif,” katanya.

Ke enam orang tersebut antara lain, inisial NH, perempuan (54), Kecamatan Pemalang, Inisial BPW, laki-laki (37), dari Kecamatan Petarukan dan inisial WS, Laki-laki (50) Kecamatan Pemalang.

“Selanjutnya, inisial T, laki-laki (51) dari Kecamatan Bodeh, inisial US, laki-laki (41), dari Kecamatan Pemalang dan inisial UMR, Laki-laki, 59 tahun Kecamatan Petarukan,”jelasnya.

Sementara, enam orang yang dinyatakan positif tersebut, menurut Tetuko, saat ini ada yang menjalani perawatan isolasi mandiri dan ada yang dirawat di rumah sakit.

Tetuko mengatakan rantai penularan Covid-19 masih terjadi dan dapat menular kepada siapa saja. Untuk itu, sikap waspada dan disiplin secara ketat, penerapan protokol kesehatan diminta untuk terus dilakukan.

“Gugus tugas memberikan perhatian secara khusus terhadap hal ini dan senantiasa berharap dukungan dan kerjasama dari segenap masyarakat agar semua sisi kehidupan masyarakat dalam berbagai aktifitas masih dapat berlangsung,” katanya.

Terkait dengan itu, masyarakat juga diminta untuk betul-betul waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga tetap aman dari penularan Covid-19. Di ingatkan, masyarakat agar selalu cuci tangan, senantiasa pakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Masyarakat Resah Isu Lockdown

Dari pemberitaan yang ada mengenai bupati dan beberapa pejabat dari tingkat kabupaten sampai desa terkonfirmasi positif corona berkembang liar isu adanya lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Pemalang.

Isu tersebut tentunya meresahkan masyarakat, terutama para pedagang kecil yang biasa berjualan keliling.

Seperti yang diungkap, Turi (32 th) bila dilakukan PSBB maka akan tambah sulit dalam berjualan.

“Kondisi saat ini saja sudah susah dalam berjualan, apalagi bila di PSBB” katanya.

Hal ini juga diungkapkan oleh pedagang bubur ayam keliling, yang menanyakan nasibnya bila pemerintah Kabupaten Pemalang menerapkan PSBB seperti isu yang beredar.

Semoga pemkab Pemalang mengambil kebijakan tepat dalam penanganan corona dan dampaknya. (RedG)

Tinggalkan Balasan