Semarang – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam rangka agenda Dies Natalis Ke-39 menyelenggarakan webinar dengan tema “Pendidikan di Era New Normal.”

Webinar tersebut diadakan lewat salah satu aplikasi Zoom. Keterbatasan jumlah peserta melalui zoom maka webinar tersebut juga disiarkan langsung di channel youtube UPGRIS TV, Senin (13/7).

Ada tiga pembicara pada webinar ini, yang pertama adalah Prof. Ir. Nizam, M.S., Ph.D. Plt. Dirjendikti Kemendikbud, Republik Indonesia; yang kedua adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM dan yang ketiga adalah Hanifa M. Denny SKM., MPH., Ph.D. Dosen FKM UNDIP. Moderator pada seminar ini adalah Dr. Muhdi, S.H., M.Hum yang merupakan Rektor UPGRIS.

Dalam pemaparan webinar tersebut, Prof. Ir nizam, M.S., Ph.D, mengungkapkan, bahwa pada era 4.0 pendidikan sebaiknya mengedepankan budaya inovasi dan merdeka dalam belajar namun harus tetap berjiwa Pancasila.

“Inti capaian pendidikan ada tiga hal. Pertama akhlak mulia, visi IPTEK, serta dunia kerja. Profil pelajar pancasila untuk membangun SDM di masa depan. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong serta kretif. Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan setelah pandemi Covid-19 harus memiliki sikap mental nyaman dengan ketidaknyamanan yang mendukung percepatan terwujudnya budaya inovasi,” ujarnya Nizam.

Dijelaskan Nizam, kebijakan Kemendikbud pencipta karater unggul, budaya akademik kolaboratif dan kompetitif di perguruan tinggi. General education meliputi pemahaman wawasan kebangsaaan dan bela negara (UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI). Pengembangan kepemimpinan diantaranya kegiatan ektrakurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalm tim agar terus dikembangkan. Pendampingan Dosen (Dosen Penggerak) dalam berbagai kegiatan (Keagamaan, sosbud,oalhraga, penelitian dan lainya.

Selanjutnya sesi yang kedua, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM, membawakan materi tentang evaluasi pembelajaran jarak jauh.

“Peluang adaptabilitas seluruh ekosistem sekolah secara umum dapat beradaptasi dengan situasi krisis. Kegiatan persekolahan tetap berjalan tanpa harus secara fisik berada di sekolah. Proses beradaptasi juga mendorong lainya kreativitas dan kemauan untuk belajar dengan cara-cara baru. Kedua blended learning, meski sangat banyak siswa yang mengandalkan tugas dari guru dalam belajar. Namun meluasnya pemanfaatan sumber-sumber belajar digital akan membuat pembelajaran campuran (blended learning). Sebagai salah satu kenormalan baru pasca Covid-19,” papar Abdul Fikri Faqih.

Dijelaskan Abdul Fikri, siswa mengakui bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam BDR. Peran ini akan semakin disadari dan peningkatan kapasitas orang tua dalam mendampingi anak akan menjadi bagian terpadu dari proses pembelajaran di sekolah di masa depan.

Pemateri ketiga, Hanifa M. Denny, SKM, MPH, Ph.D, Dosen FKM UNDIP, Ketua Dewan Pakar PERSAKMI Anggota DK3N, menyampaikan materi, Kesiapan Fisik, Mental dan Kedisiplinan Kesehatan pada Sektor Pendidikan di Era New Normal.

“Antisipasi dan disiplin Kesehatan. Sebelum dan ketika berangkat ke sekolah atau kampus: Pastikan dalam kondisi fit dan sehat. Gunakan masker bersih. Tidak menyentuh wajah atau muka atau bila terpaksa maka tutup wajah atau muka dengan tissue bersih. Hindari menggunakan transportai umum yang tidak menjaga jarak penumpang,”tutur Denny.

Apabila menggunakan transportasi umum, lanjut Denny, ia mengimbau hindari transportasi umum ber AC yang tidak membuka jendela. Menjaga jarak dengan sopir ataupun penumpang lain. Kurangi menyentuh fasilitas umum, Gunakan hand sanitizer jika harus menyentuh fasilitas umum.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, S.H.,M.Hum menyampaikan salah satu agenda tahun dies natalis UPGRIS adalah diskusi atau temu ilmiah.

“Diskusi yang biasanya dilakukan secara luring atau atatap muka akan tetapi, dimasa pandemi Covid -19 akhirnya diselenggarakan melalui daring atau webinar. Tema serta narasumber disesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini yang dilanda pandemi Covid-19. Banyak hal yang didapat dari tiga narasumber atau pembicara yang sangat mumpuni di masing-masing bidangnya. Upaya ini untuk memberikan pengalaman serta berbagi informasi terkait dunia pendidikan di tengah kenormalan baru. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa,” tutupnya.

Diakhiri sesi Webinar tersebut, menampung pertanyaan-pertanyaan dari peserta baik yang bertanya melalui zoom dan juga melalui youtube. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditujukan kepada ketiga pembicara. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan