Solo- Selama blusukan ke kampung-kampung di wilayah Solo, banyak warga yang terkesan dengan sikap simpatik Gibran pada warganya. Mereka yang semula mengira Gibran hanya anak ingusan yang coba-coba terjun ke politik, sombong, cuek, setelah bertemu ternyata berbeda sekali dengan anggapan tersebut.

Yuli Indratmo Ketua RT Kampung Kartopuran menyampaikan pendapatnya. “Mas Gibran merakyat sekali. Warga di sini merasa terbantu karena selama pandemi banyak yang kesusahan. Bahkan ada warga saya yang tidak bisa membeli obat karena tidak tercover, langsung dibantu Mas Gibran saat itu juga,” tuturnya.

Koh Hing Ketua RT 3 RW 5, Kepanjen, Sudiroprajann, memberikan tanggapan atas kedatangan Gibran di perkampungan itu, “Mas Gibran bagi-bagi sembako, warga seneng bisa dibantu, tadi yang sakit juga dijenguk dan ada yang ditawari kursi roda. Saya menangkap Mas Gibran sudah biasa kumpul dengan masyarakat, merakyat lah dia,” ujarnya.

“Remen sanget, Mas Gibran mau terjun di lapangan sehingga bisa tahu kondisi di masyarakat, dapat sedikit meringankan beban warga selama corona ini” tambah Sodiqul Amin tokoh agama setempat.

“Alhamdulillah, terima kasih saya dapat beras, minyak, sarden, dll. Mas Gibran sosoknya baik, sopan dan ramah,” tutur Ninik (56) warga Kampung Purwodiningratan, Jebres.

“Bantuan sembako mas Gibran di masa pandemi ini bermanfaat dalam membantu warga saya. Seandainya banyak tokoh di Solo melakukan seperti Mas Gibran, tentu sangat membanggakan warga Solo,” kata Sri Parjiwati Ketua RT kampung tersebut.

“Terima kasih sekali, karena bantuan dari Pemkot untuk warga kami belum merata. Bantuan pemerintah belum mencukupi dan menyeluruh, dengan adanya bantuan dari Mas Gibran ini, kami merasa terbantu,” ujar Iwan Budi Ketua RT 2 RW 15 Kampung Beton, Gebang, Kadipiro.

“Alhamdulillah seneng banget ada bantuan dari Mas Gibran, saya ini janda, ini saya juga sakit kaki. Dapat sembako nanti langsung saya masak berasnya. Buat Mas Gibran semoga berkah dan jadi Walikota Solo,” tuturnya Bu Parmi warga di kampung tersebut.

“Gibran seperti Pak Jokowi, merakyat, ramah, dan perhatian pada rakyat kecil seperti saya,” ujar Mbak Wiyanti penjual gorengan di Kampung Kandang Doro, Kestalan, Surakarta.

“Mas Gibran ini calon pemimpin yang baik, tak risih mengunjungi warga dari kalangan bawah, membantu kesulitan warga atau apa yang dibutuhkannya selalu dibantu,” ujar Ketua RT-nya.

Dari sedikit pendapat yang bisa ditampilkan di FP OGO ini sudah cukup mewakili suara hati warga Solo bahwa gaya blusukannya ke kampung-kampung di Solo tersebut sebagai bekal untuk menjadi kepala daerah karena bisa mendengar langsung masukan/kebutuhan rakyat.

Jadi kalau ada yang meragukan kemampuan Gibran dalam memimpin, sesungguhnya mereka belum mengenal siapa Gibran itu sesungguhnya. (TP).

Tinggalkan Balasan