Solo-Hadirkan akademisi dan praktisi, Karya 100 Desain Poster Kampanye Kita Bersama Lawan Corona Dikupas Tuntas. Bedah karya poster ini mencoba mengulas desain poster dari aspek akademis, edukasi, praktik, dan implikasi poster terhadap perilaku masyarakat dalam “Bedah Karya 100 Desain Poster Kampanye Kita Bersama Lawan Corona”.

Acara dengan format di luar ruangan ini, akan mencoba memberi informasi dan pemahaman baik proses berkarya dari ide sampai ekseskusi, faktor latar belakang dari gagasan kampanye tersebut, dan bagaimana dampak dari aspek akademis, edukasi, dan konsep komunikasi desain poster, khsususnya masyarakat di masa pandemi.

Aksi ini sebagai lanjutan dari proses 100 desain poster yang diganjar Rekor MURI sebagai Pencipta Desain Poster Terbanyak Lawan Corona, dimana peserta bisa lebih tahu mendalam konsep yang diusung sampai ide dari per desain poster yang dirancang tiap satu hari sampai mencapai 100 desain.

Narasumber yang dihadirkan, antara lain, Mamo Kay, S,Sn sebagai praktisi, entrepreneurship, dan anggota ASPPRO, selain itu Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn. M.Sn yang selaku dosen dan Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, kemudian tentunya Basnendar H dari Komunikotavisual, selaku perancang 100 desain poster kampanye kita bersama lawan Corona. Acara santai ini dimoderatori oleh Rendya Adi Kurniawan, S.Sn., M.Sn yang juga dosen DKV FSRD ISI Surakarta.

Acara diselenggarakan pada hari Rabu, 8 Juli 2020 dimulai jam 09.00 – 11.00 wib bertempat di pelataran Republik Aeng-Aeng, yang berlokasi di Nayu Timur, Nusukan, Solo dimana juga bisa diikuti lewat Live Streaming FB Basnendar Sadoso.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 peserta ini tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak ini yang dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat umum berjalan dengan antusias dari peserta yang hadir dari awal sampai akhir dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif.

Materi dari perancang desain poster, Basnendar H memaparkan seputar latar belakang dari ide awal membuat kampanye, ide poster , tahap awal sampai eksekusi di komputer, serta unggah karya poster di medsos.

Sedangkan Mamo Kay mengulas implikasi desain poster kepada masyarakat sebagai audiensi ataupun segmentasi poster tersebut dimana masyarakat perlu adaptasi lewat media poster tersebut. Aspek akademisi dan edukasi dari 100 desain poster ini juga dibahas dan dikritisi oleh Asmoro NP mengenai pemilihan gaya, jenis font, dan aspek visual poster lainnya.

Basnendar, Kamis (9/7) mengatakan bedah karya tersebut diharapkan menjadi media edukasi dan informasi baik dalam perancangan desain poster itu sendiri maupun implikasi konten poster terhadap perilaku masyarakat terhadap wabah pandemi corona.

“Selain itu untuk dijadikan inspirasi kita bersama dalam memandang wabah pandemi Covid-19 dengan tetap positif dan kreatif,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan