Boyolali- Lama tak muncul di kancah industri musik, Cak Diqin bersama sang istri Nyimut Sri Lestari akhirnya meluncurkan dua video single terbaru lewat YouTube yakni Timun Wungkuk Jogo Imbuh dan Tresno Sak Lawase di Rumah Makan Pawon Glagahan di Dusun Glagahan, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Minggu (21/6) pagi.

Acara dibuka dengan penampilan sulap semi komedi oleh Gus Bam, acara tersebut dipandu oleh Bambang Eka Purnama,S.Kom,M.Kom.

Dalam acara tersebut Cak Diqin menceritakan awal dia berkarya di dunia musik. Pada tahun 1994, pria asal Kabupaten Banyuwangi tersebut menciptakan sejumlah lagu diantaranya Cinta Tak Terpisahkan dan Slenco.

Cak Diqin juga bercerita bagaimana dia mencoba mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI di Propinsi Irian Jaya pada tahun 1986.

“Sampai di pantukhir, ada telegram yang menyatakan hanya putra asli Irian Jaya yang diterima,” jelasnya.

Gagal masuk TNI, dia mencoba peruntungan dengan mendaftar menjadi CPNS dan diterima di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Irian Jaya pada tahun 1987.Karir yang cemerlang membuatnya mendapatkan beasiswa kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Solo pada tahun 1993, dia mengambil jurusan seni tari.

Cak Diqin mengatakan dirinya telah menciptakan lebih dari 150 lagu. Terkait lagu terbarunya yang berjudul Timun Wungkuk Jogo Imbuh, dia menceritakan jika petani menanam buah mentimun pasti tidak semuanya sempurna, ada beberapa yang hanya diberikan sebagai tambahan ketika ada seorang membelinya.

“Dalam cinta pun kadang hal tersebut berlaku, kadang kita cuma dijadikan cinta cadangan,” ulasnya.

Cak Diqin menegaskan agar para pendengar tidak menilai lagunya hanya dari judulnya, karena dalam judul yang sedikit kasar tersebut terdapat pesan moral yang ingin disampaikan.

“Contohnya dalam lagu Mendem Wedokan, di dalamnya terdapat pesan atau tuntunan, jika seseorang mau menikah haruslah mempunyai pekerjaan yang tetap untuk menghidupi keluarga dan pada lagu Mister Mendem dimana lebih banyak mudharat dari pada manfaat jika kita minum alkohol,” bebernya.

Sadar kurang populer di kalangan remaja millenial, Cak Diqin dan timnya telah mempersiapkan sentuhan ala masa kini agar karya-karyanya diterima generasi sekarang.

“Kita punya tim Cak Diqin Official, dengan garapan ala anak muda, lagu-lagu lama akan didaur ulang,” jelasnya.

Peraih gelar Doktor Honoris Causa oleh Nothern University of California pada tahun 2006 tersebut juga telah melakukan hijrah sejak beberapa tahun yang lalu. Dirinya telah melakukan ibadah Umroh dan setiap malam Sabtu Kliwon mengadakan pengajian rutin yang dihadiri ribuan jamaah.

Sementara istri Cak Diqin Nyimut Lestari yang melaunching lagu berjudul Tresno Selawase menuturkan bahwa maksud lagu tersebut adalah kita harus mencintai pasangan kita selamanya. (*)

Tinggalkan Balasan