Mirzantio Erdinanda, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pacitan

Kasus – Proses penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi Tipikor berkaitan dengan PT. PT.Gemilang Limpah Internusa (PT. GLI) masih tetap bergulir, Kejari Pacitan masih memeriksa saksi dan mengumpulkan berkas.

Ada dugaan penyelewengan atau ketidaksesuaian pemberian ijin kepada perusahaan tambang timah PT. GLI oleh pemerintah Kabupaten Pacitan.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan, Jawa Timur, tengah memeriksa para saksi-saksi tentang perijinan tambang yang diduga merugikan negara dengan jumlah yang cukup fantastis.

Para saksi-saksi tersebut, saat ini yang sudah di periksa untuk di mintai keterangan sudah berjumlah delapan (8) orang dari lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Pacitan.

Namun, Kejaksaan Negeri pacitan masih punya pekerjaan rumah yang begitu banyak karena jumlah saksi-saksi yang akan di panggil untuk di mintai keterangan tentang perijinan tambang tersebut mencapai dua puluh tiga (23) orang.

Seperti yang di katakan oleh Mirzantio Erdinanda, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri menyebutkan, bahwa pihaknya sudah memeriksa delapan orang.

“Sampai hari ini kita sudah memeriksa sebanyak delapan orang,dan mereka tersebut.dari lingkup Pemerintah Daerah Pacitan,” katanya, Senin (8/6/2020).

Hingga sekarang ini, pihak Kejari Pacitan, sendiri masih mengumpulkan barang bukti untuk memperkuat dugaan kasus korupsi di perusahaan tersebut.

“Ya kita masih mengumpulkan barang bukti, karena itu tidak mudah dan butuh proses yang lumayan lama. Mengingat bagian yang menangani hal tersebut saat ini orangnya sudah ada yang pindah dan sudah ada yang purna tugas,” imbuhnya.

Untuk hasilnya sendiri, lanjut Kasi Intelijen, masih sama dengan hasil pemeriksaan sebelumnya, tapi semakin mengerucut ke permasalahan di PT.GLI.

Mirzantio juga menegaskan, bahwa nanti nya dalam pemeriksaan ini akan tetap menghasilkan tersangka, karena menurutnya, tujuannya pemeriksaan ini untuk mengahasilkan adanya tersangaka.

“Karena tujuan pemeriksaan ini kan untuk menghasilkan tersangka, makanya kita memanggil para saksi-saksi untuk di mintai keterangan,dan kita pun masih mengumpulkan berkas-berkas sebagai bahan,” tegasnya (RedG/Apri)

Tinggalkan Balasan