Roni Asfar Susanto, eks konsultan Politik Anggaran LGSP, USAID dan Advokasi Kebijakan Australian AID

Pacitan – Meskipun pelaksanaan diundur sampai Desember 2020 karena dampak pandemic Covid-19 namun dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung di Kabupaten Pacitan terus berjalan. Aktifitas Partai Politik, para Bakal Calon beserta Tim Pemenangannya pun terus bergerak seakan tak kenal kata berhenti. Bahkan tak jarang perubahan peta politik di Kabupaten yang berjuluk 1001 goa ini mengalami pergeseran secara intens sebagai efek terus bergeraknya mesin-mesin politik partai, bakal calon maupun para tim pemenangan. Dinamika tersebut tentunya terus menjadi perbincangan hangat dan memunculkan rasa penasaran baik dikalangan masyarakat umum, pegiat demokrasi, NGO serta para pengamat politik. Salah satu hal yang selalu ramai dan hangat diperbincangkan oleh masyarakat adalah rasa pensaran tentang siapa nantinya yang akan menjadi calon penantang Partai Demokrat. Mengingat sejarah partai ini mempunyai track record positif dalam dalam kontestasi Pemilu yakni selalu memenangkan Pemilu Legislatif maupun Pilkada Langsung sejak tahun 2004 silam.

Menurut Roni Asfar Susanto Eks. Konsultan Politik Anggaran LGSP-USAID, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pacitan 9 Desember mendatang, diprediksi akan berlangsung sengit jika dua partai politik pemenang Pemilu Legislati 2019 mengusung kader-kader potensialnya yang mampu menjadi ikon diinternal organisasinya, yakni Indrata Nur Bayu Aji (Ajik) dari Partai Demokrat dan Gagarin dari Partai Golkar.

“Tentunya akan berlangsung sengit, jika dua partai tersebut (Demokrat dan Golkar) berhadap-hadapan dengan mengusung kader-kadernya yang potensial dan ikonik diinternal organisasi politiknya masing-masing”. ungkapnya saat dimintai melalui sambungan telepon (5/6/2020).

Lebih lanjut, Eks. Konsultan Advokasi Kebijakan Politik AUSAID ini memaparkan aspek-aspek analitis yang mendasari prediksi Head to Head tersebut bakal berlangsung sengit, yakni :
Pertama, Partai Golkar pada pemilu legislatif.tahun 2019. berhasil memperoleh kursi terbanyak kedua yakni 9 kursi, sementara itu Partai Demokrat sebanyak 14 kursi. Posisi perolehan Partai Golkar sebagai runner-up di Kabupaten Pacitan merupakan indikasi konkret bahwa Partai Golkar mempunyai mesin politik pemenangan yang bagus dalam mempertahankan konstituennya, mengingat Pacitan dikenal sebagai tanah politiknya biru mercy.
Kedua, Sosok ikonik Gagarin sebagai tokoh senior yang juga masih aktif menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Pacitan akan menjadi magnet kuat dalam mendulang perolehan suara. Pada debut perdana pemilu 2004 Gagarin sudah mampu menunjukkan kekuatannya dengan perolehan suara melimpah dan begitu seterusnya pada Pemilu 2009, 2014 maupun 2019.
Ketiga, posisi partai Demokrat dalam geopolitik Pacitan sangat strategis mengingat Tokoh Besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pendiri Partai Demokrat sekaligus Presiden RI selama dua periode merupakan putra asli Pacitan. SBY Effects terhadap Geopolitik Pacitan dapat dilihat sejak pemilu legislatif tahun 2004 sampai 2019, dimana Partai Demokrat selalu menjadi juara di daerah ini.
Keempat, sosok ikonik dan potensial Indarata Nur Bayu Aji (Aji), sebagai tokoh utama Partai Demokrat yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Pacitan sekaligus menjabat Bendahara DPC Demokrat Pacitan akan menjadi kekuatan besar dalam menarik simpati para pemilih pada setiap event Pemilu. Hal ini dapat dilihat pada keterujiannya saat Pemilu Legislatif 2009, 2014 dan juga 2019 dia selalu lolos dengan perolehan suara yang sangat melimpah dan meyakinkan. Selain itu di kubu ini, potensi dan kekuatan tersebut masih ditambah lagi dengan adanya dukungan dari 9 partai politik yang rata-rata juga menjadi pemenang Pemilu Legislatif dan mempunyai kursi di DPRD. Hal ini akan semakin melengkapi kekuatannya pada pilkada Desember 2020 mendatang.

“Namun mengingat proses politik selalu dinamis, aspek-aspek dasar tersebut masih bisa berkembang dan dikembangkan lagi peta dan potensinya, baik oleh Partai-partai dan Tim-tim Pemenangan yang terlibat. Oleh karena itu kedepan kualitas strategi masing-masing Partai yang bertarung beserta Tim Pemenangannya akan menjadi kunci utama dalam Head to Head ini.” pungkas Pria Kelahiran Kayen Pacitan ini. (RedG/Apri).

Tinggalkan Balasan