Kota Pekalongan – Pada bulan puasa lalu Toko Ria Busana ditutup sementara, karena alasan tak menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Superindo ditutup karena tiga orang karyawannya reaktif saat rapid test. Pemerintah Kota Pekalongan menanggapi pengajuan dibukanya kembali Toko Ria Busana dan Superindo melalui koordinasi bersama di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Rabu (3/6/2020).

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE saat ditemui di ruang kerjanya usai rapat koordinasi.

“Tadi Pemkot Pekalongan menanggapi surat pengajuan dibukanya kembali Superindo dan Toko Ria Busana, tapi keduanya memang beda kasus walaupun sama-sama ditutup. Toko Ria Busana ditutup karena tidak bisa menerapkan protokol kesehatan, sudah diperingatkan tetapi tetap tidak ada perbaikan. Kemudian Superindo ditutup karena tiga karyawannya reaktif saat rapid tes dan sebagai antisipasi memang harus kita tutup,” kata Afzan.

Afzan juga menjelaskan bahwa tadi sudah bertemu dengan manajemen Toko Ria Busana dan Superindo, mereka sudah memperbaiki pelayanananya. Ria Busana juga sudah memeperbaiki pelayanananya sesuai standar protokol kesehatan.

“Di samping mendengar penjelasan dari mereka Pemkot akan tetap mengecek kesiapan Ria Busana. Kalau semua sudah memenuhi syarat, tidak ada alasan Pemkot Pekalongan untuk tidak mengizinkan Ria Busana buka kembali,” papar Afzan.

Lebih lanjut, Afzan mengatakan begitupun Superindo yang tiga karyawan hasilnya reaktif saat rapid tes. Menindaklanjuti seperti itu, pihaknya melakukan tes swab dan hasilnya negatif. Sudah tidak ada alasan Pemkot Pekalongan tidak mengizinkan Superindo buka kembali. Bahkan sebelumnya Superindo telah menerapkan protokol kesehatan.

“Kendati demikian dari Dindagkop UKM akan tetap survei lokasi. Kalau hari ini siap dan telah disurvei besok sudah bisa dibuka,” jelas Afzan.

Dalam pertemuan dengan Pemkot Pekalongan tersebut hasilnya ada poin kesepakatan dengan Ria Busana dan Superindo yaitu seperti di Ria Busana halamanya untuk antrean pengunjung bukan untuk parkir.

“Ini akan kita pantau terus, jika tidak konsisten menerapkan protokol kesehatan akan kita tindak lagi,” tegas Afzan.

Afzan juga berharap perusahaan-perusahan seperti mereka lebih peduli terhadap situasi dan kondisi Kota Pekalongan. Toko dan PT besar melalui CSRnya dapat membantu masyarakat Kota Pekalongan yang terdampak banjir dan Covid-19. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan