Pacitan – Sudah beberapa pekan ini kabar politik dalam ajang pemilihan kepala daerah (pilkada)di Pacitan seakan terlupakan oleh masyarakat semua itu gegara covid-19, sehingga hangatnya dunia politik di kota berjuluk seribu satu gua ini seolah menjadi dingin, bahkan ada yang mengatakan beku.

Indrata Nur Bayuaji yang sudah mendapatkan dukungan dari 9 partai politik untuk melenggang ke Kursi Pendopo Kabupaten Pacitan terasa terdiam.

Dan melihat nama Gagarin yang masih bisa di katakan simpang siur,  belum pasti di terima oleh partai Golkar. Bahkan ada kemungkinan, Golkar tidak akan menerima nya.

Menurut analisa Roni Asfar Susanto yang memiliki konsen terhadap dinamika perpolitikan pacitan, dia memprediksi jika benar-benar maju maka Gagarin Sumrambah akan tetap mengendarai partai Golongan Karya (Golkar).

Rony Asfar Susanto sebagai mantan konsultan Politik Anggaran LGSP USAID melihat dalam peta politik saat ini sosok Gagarin Sumrambah “jika benar-benar maju” maka dia akan lebih comfort melalui Partai Golongan Karya (Golkar).

“Kita lihat saja jika benar-benar maju Gagarin nanti pasti akan lewat Partai Golkar, alasanya, karena Gagarin kan besar di Golkar, apa lagi dia Kader senior Partai Golkar,” kata Roni Asfar Susanto, yang juga mantan konsultan advokasi kebijakan AustralianAID, melalui sambungan telepon seluler, Selasa, (2/6/2020)

Di tanya soal Indrata Nur Bayuaji yang sudah mendapatkan dukungan koalisi dari 9 partai, Rony Asfar, menjelaskan bahwa saat ini dukungan ke Indrata Nur Bayuaji begitu banyak. karena menurutnya,sosok Aji itu banyak gerakan-gerakan sosial yang tidak ter expost.

“Pastinya ini suatu pulung dukungan bagi Aji meskipun rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) belum juga turun tapi kenapa Aji begitu banyak Partai yang mendukung karena Aji itu orangnya banyak gerak di bidang sosial, budaya, pendidikan dan lain-lain,” terangnya.

Apa lagi, lanjut Rony bahwa dari kesembilan partai tersebut sudah melakukan deklarasi dukungan dan sudah menandatangani deklarasi.

“Tentunya semakin kuat, semakin mantab. Apa lagi kalau partai pendukung sudah deklarasi tentunya di pilkada nanti kita tinggal melihat siapa rival nya.pastinya juga masyarakat yang sudah punya hak pilih akan berfikir dan tidak asal memilih calon yang di coblos,”pungkasnya (RedG)

Tinggalkan Balasan