Wonogiri – Tak hanya Kacang Mete, Kabupaten Wonogiri ternyata juga mempunyai potensi agrobisnis berupa kopi. Tanaman tersebut tumbuh subur di sejumlah lokasi di kota sukses, salah satunya di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.

Potensi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPR RI dari Komisi IV DPR RI dari F PKB Luluk Nur Hamidah. Wanita yang akrab dipanggil Mbak Luluk tersebut mengatakan bahwa kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang tidak ada matinya.

“Kopi itu produk pertanian yang sudah tua, selera masyarakat dinamis terkait kopi dan trendnya positif. Kalau kopi dahulu adalah minuman orang tua, namun kini kaum muda juga menyukainya,” katanya, ketika ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Mbak Luluk menuturkan hal tersebut menjadi kabar baik karena kaum muda cenderung mempunyai rentang waktu yang panjang dan jumlah mereka banyak.

“Itu adalah bonus demografi, kaum muda menikmati kopi sesuai dengan seleranya.Disinilah kopi akan punya magnet yang luar biasa,” ucapnya.

Terkait Kopi Brenggolo, Mbak Luluk berpendapat, produk tersebut bisa menjadi bagian pesan positif terkait Kabupaten Wonogiri.

“Kabupaten Wonogiri punya potensi yakni kopi jenis robusta yang bagus dan enak, cuma butuh sentuhan promosi. Pemkab harus kita dorong untuk mempromosikan Kopi Brenggolo, kalau perlu Kopi Brenggolo dijadikan icon, kalau ada acara dijadikan oleh-oleh dan disajikan kepada para tamu. Hal tersebut adalah cara mengapresiasi dan menghargai sekaligus menempatkan Kopi Brenggolo sebagai produk unggulan di Kabupaten Wonogiri,” bebernya.

Mbak Luluk yang membidangi pertanian juga telah memberikan dukungan kepada para petani kopi di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.

Bekerja sama dengan Kementrian Pertanian, Mbak Luluk telah memberikan dukungan berupa pengadaan mesin pengolah kopi yang lengkap.

“Kami berharap juga dukungan dari Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian di Kabupaten Wonogiri untuk melakukan pembinaan kepada para petani kopi di Desa Brenggolo,” jelasnya.

Sementara seperti dilansir dari berita tagar, salah satu pegiat kopi asal Kabupaten Wonogiri Yosef Bagus Adi, mengatakan produk kopi lokal mulai mendapatkan perhatian di kedai kopi lokal.

“Industri kopi Wonogiri menjadi sangat populer dalam dua tahun terakhir, ” kata Bagus.(red)

Tinggalkan Balasan