Wonogiri – Anggota Komisi IV DPR RI dari F PKB, Luluk Nur Hamidah menaruh perhatian terhadap Waduk Gajah Mungkur (WGM). Bendungan yang diresmikan oleh Presiden RI ke 2 HM Soeharto pada 1981 tersebut, menurut legislator dari Dapil Jateng 4 yang meliputi Wonogiri, Karanganyar dan Sragen tersebut harus memberikan manfaat bagi warga Kota Sukses.

Politisi yang akrab disapa Mbak Luluk tersebut, Sabtu (23/5) mengatakan sejak awal pada Rapat Kerja Komisi 4 DPR RI, dia adalah satu-satunya legislator yang mengangkat isu WGM.

Menurutnya, hak air warga Wonogiri yang selama ini terabaikan dengan adanya WGM perlu adanya dukungan politik.

“Ketika ada Rapat Kerja di Komisi 4 DPR RI, saya satu-satunya yang mengangkat isu soal Waduk Gajah Mungkur dan potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Mbak Luluk menjelaskan ada empat isu terkait dengan WGM, yakni terdapat ada budidaya perikanan air tawar, lahan lingkungan hidup, hak atas air dan pertanian.

Mbak Luluk telah mengusulkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya Bakar terkait rehabilitasi lahan besar di kawasan WGM.

“Dan nanti ketika disetujui oleh Presiden Jokowi, maka saya titip akses air bagi warga Wonogiri di daerah selatan harus diperhatikan,” bebernya.

“Waduk Gajah Mungkur letaknya di Kabupaten Wonogiri, dahulu membutuhkan pengorbanan warga Kabupaten Wonogiri ketika pembangunan lewat transmigrasi Bedol Desa ke Pulau Sumatera, namun ketika pemanfaatan hak air warga Wonogiri selatan malah ditinggalkan,” lanjutnya.

Mbak Luluk memberikan pendekatan keadilan dan kesejahteraan terkait pemanfaatan WGM bagi warga Kabupaten Wonogiri.

“Respon Ibu Siti Nurbaya Menteri LH dan Kehutanan RI bagus, beliau berpesan coba dijaring aspirasi warga. Kami akan merancang dari bawah apa yang menjadi keinginan warga yang selama ini tidak didapatkan dari WGM, sehingga kita usahakan bagaimana WGM bisa memberi manfaat. Elemen masyarakat harus memberi masukan,” tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan