Wonogiri – Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau lebih dikenal dengan COVID-19 harus disikapi dengan bijaksana oleh semua pihak. Pemudik yang telah datang akibat dari dampak virus corona menimbulkan sebuah permasalahan yang harus diatasi bersama antara jajaran Forkompinda dan masyarakat Wonogiri.

Terkait hal tersebut, tokoh masyarakat Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri Joko Purnomo memberikan pendapat. Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah tersebut mendukung sikap yang diambil oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kedua pemimpin daerah tersebut menerima kedatangan pemudik dengan memberikan pengertian agar mereka bisa mengkarantina sendiri di rumah masing-masing.

“Bagaimana pun mereka warga /saudara kita, tidak mungkin ditolak,” katanya, Minggu (12/4).

“Masyarakat harus diedukasi, inilah kesempatan kita mengedukasi masyarakat luas secara masif agar warga Jateng cerdas menghadapi wabah COVID-19,” ucapnya.

Joko menerangkan jika di setiap lingkungan/dusun/RW ada 1-5 orang yang mau mengedukasi warganya sesuai dengan caranya masing-masing maka akan permasalahan penanganan penyebaran COVID-19 akan cepat selesai.

“Karantina mandiri selama 14 hari memang membosankan, tetapi kalau rasa bosan tersebut dipikul bareng-bareng maka akan terjadi kesadaran kolektif, inilah substansi dari Bersama Kita Lawan Corona dengan membangun kesadaran kolektif melawan COVID-19,” bebernya.

Pria asal Lingkungan Keden, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo tersebut menjelaskan di wilayahnya setiap ada orang mudik yang bersangkutan atau keluarganya dengan kesadarannya melaporkan dan menginformasikan. Jika merasa kurang enak badan atau ada salah satu gejala, melapor ke Puskesmas untuk diperiksa guna memastikan gejala tersebut.

“Contoh ada karyawan bus AKAP, sebelum sampai rumah mampir dulu ke Puskesmas. Setelah dapat memastikan sehat dan tidak ada tanda-tanda apapun, yang bersangkutan baru pulang ke rumah,” bebernya.

Joko kembali menegaskan kesadaran individu sangat penting, karena dengan kesadaran individu akan terbangun kesadaran kolektif.

“Kesadaran yang saya contohkan di kampung saya, hampir sama dan merata di seluruh wilayah Kecamatan Sidoharjo, Forkopimcam bersama tokoh masyarakat (termasuk DPRD) di wilayah Kecamatan Sidoharjo rutin melakukan pengecekan ke lapangan dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi wabah COVID-19,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tindakan nyata juga dilakukan putera daerah bertangan dingin asal Kecamatan Sidoharjo, Suparno Parnaraya yang memberikan bantuan berupa sabun cair kepada para lansia di Kecamatan Sidoharjo guna menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Seperti diketahui, kaum lansia adalah salah satu golongan yang rentan terkena virus corona.(red)

Tinggalkan Balasan