Brebes-  Upaya menekan penyebaran virus corona (Covid-19)  tidak dilakukan di antar kota saja. Namun, di Desa juga melakukan upaya pencegahan virus corona. Salah satunya, Posko Jaga Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Corona  Desa Terlangu Kabupaten Brebes. Posko tersebut  bertempatan di dekat jembatan jalan tol Terlangu.

Karangtaruna nusa bhakti, Ratih Sri Marginingsih mengatakan pembangunan posko dari  tanggal 30 Maret, dan ada kunjungan dari Bupati Brebes untuk menyelesaikan posko dan segera beroperasi.

“ Pembangunan awal sejak tangal 30 Maret, dan ada kunjungan dari Bupati Brebes  agar posko segera di selesaikan selama 2 hari. Akhirnya tanggal 1 April posko dapat beroperasi, “kata Ratih Marginingsih lewat pesan whatshapp, (10/20).

Posko Jaga Satgas Pencegahan Corona, lanjut Ratih, ia mengatakan posko tersebut  inisiatif dari Pemerintah Desa (Pemdes) Terlangu.

“Posko Jaga pencegahan corona ini merupakan inisiatif dari Pemdes. Dal hal ini yang terlibat antaralain BPD, karangtaruna nusa bhakti, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, “imbuhnya.

Dalam upaya pemeriksaan di posko, pihaknya mendata pemudik di Desa Terlangu.

“Kita himbau warga Terlangu yang masih merantau melalui media sosial seperti Facebook, Grup Whatsapp untuk lapor ke satgas Desa Terlangu sesampai di Desa, “tuturnya.

Data sementara  yang dihimpun oleh tim posko jaga Desa Terlangu tanggal 9 April sebanyak 145 ODP (Orang Dalam Pengawasan). Dan  4 orang  alami keluhan pusing dan batuk.

“ Di cek suhu tubuh, dan ditanya ada keluhan sakit seperti batuk, flu, sesak nafas. Kami juga selalu menghimbau pemudik asal Terlangu untuk tetap di rumah sampai 14 hari, “jelasnya.

lanjut , ia menuturkan tujuan awal untuk pemudik Terlangu saja, beberapa  pemudik luar desa juga datang ke posko.

“Tujuan awal untuk pemudik asal Terlangu, beberapa  kali pemudik dari  luar desa juga yang di periksa dan tetap kami himbau untuk ke desa masing-masing agar di data, “pungkasnya.

Selain itu fasilitas posko, masker, termometer digital infrared/Thermal Scanner, disenfektan dan semprotannya, handsanitizer , wastafel dengan air mengalir untuk cuci tangan, sabun cuci , media yang tentang Covid-19, dan nomor kontak rumah sakit rujukan,

“Ada semua , sementara untuk wastafel masih lewat kran karena belum dibangun westafel. Tiap hari tetap bertahan untuk perbaikan posko, media brosur tentang Covid-19 sudah tertera informasi mengenai nomor kontak, gejala, himbaun, dan mencegahnya, “tegasnya.

Saat ditanya tenaga medis di posko jaga satgas Terlangu, ia mengakui ada bidan desa ikut berpartisipasi dalam penaganan pasien.

“Ada bidan desa dijadwalkan itu tidak setiap hari ada, dan ada hanya hari-hari tertentu yang sekitarnya dapat pasien dengan keluhan berat, “jelasnya.

Sementara itu, Abdulloh BPD Desa Terlangu  menuturkan apresiasi warga terhadap Posko Jaga Satgas Pencegahan Corona.

“Alhamdulilah untuk mayarakat Desa Terlangu dengan adanya pos jaga warga atusias  dan gotong royong. Sementara itu, tanggal 2 April 2020 sosialisasi  masyarakat lewat RT/RW dari Lembaga Desa serta Kepala Desa sesuai dengan aturan pemerintah. Dengan adanya posko sifatnya hanya pendataan saja masyarakat Desa Terlangu  yang dari luar Desa Terlangu, “imbuhnya. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan