Sukoharjo – Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menutup perkuliahan tatap muka, dan menggantinya dengan kuliah daring atau kuliah online, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19). Selain belajar dan mengajar, sejumlah kampus di tanah air sudah mengambil kebijakan hingga akhir semester genap ini agar semua kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring, termasuk ujian tengah semester, ujian akhir semester, praktikum, dan bimbingan tugas akhir, tesis, serta disertasi.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kondisi penyebaran virus Corona saat ini di tingkat nasional yang semakin parah. Selama pembelajaran daring, mahasiswa dan dosen diminta untuk melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan aplikasi daring seperti aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial daring.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo yang berlamat di Jalan Raya Solo-Sukoharjo No.KM. 9, Ngepeng, Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dengan menerapkan kebijakan kuliah daring atau kuliah online.

Dalam konferensi persnya Direktur Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo dr. Sri Dayanningsih,MM, Sabtu (11/4)mengatakan merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020, maka kegiatan belajar mengajar Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo dilakukan secara daring dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Selain dihadiri direktur, tiga Pembantu Direktur juga hadir dalam konferensi pers tersebut yakni Tutik Yulianti, S.Kep, M.Kes, Kustanti, SE. Akt, MM dan Sri Saptuti, S.Si. Apt, M.Kes.

Sri Dayaningsih menjelaskan selain melakukan pembelajaran secara online, pihaknya juga telah melakukan sejumlah kegiatan nyata guna memutus rantai penyebaran COVID 19.

“Penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun cair dan hand sanitizer, akses keluar masuk kampus satu pintu, penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan, meningkatkan fasilitas keamanan, menerapkan physical distancing dan menunda kegiatan akademik dan non akademik,” jelasnya.

Dia menuturkan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo mempunyai tiga program studi yakni Rekam Medis Informatika Kesehatan, Keperawatan dan Farmasi.

“Jumlah mahasiswa sekarang 512, para alumni telah banyak berkarir di luar Pulau Jawa ada yang bekerja di BUMN maupun menjadi PNS,” katanya.

Ditambahkannya hasil monitoring evaluasi selama diterapkan pembelajaran daring, semua dosen telah melaksanakan dengan baik untuk kegiatan praktek klinik di rumah sakit, pelaksanaan ditunda sampai situasi dan kondisi membaik. Kegiatan praktikum di laboratorium, dosen tetap memberikan materi yang akan dipraktekkan mandiri diam dirumah, untuk pelaksaan dipadatkan di akhir semester genap.

“Kegiatan tugas akhir / KTI, seminar proposal dilaksanakan secara online, pengambilan data dilakukan dengan alternatif, bentuk kegiatan lain misalnya di komunitas dengan pembatasan sampel,” tegasnya.( * )

Tinggalkan Balasan