Semarang- Tim satuan tugas (Satgas) pencegahan pandemi corona  Universitas PGRI Semarang tergerak untuk membantu upaya pemutusan rantai penyevaran Corona.  Hal yang dilakukan Tim Satgas Upgris adalah penyemprotan desinfektan di semua lingkungan kampus,  penyedian hand sanitizer di semua sudut kampus, dan sebaran poster himbauan cegah virus corona.

Tidak hanya itu saja, Brizki Arfianto mahasiswa Pendidikan Biologi UPGRIS yang menciptakan pembuatan Hand sanitizer Santik Kana dari kulit kacang tanah.

Hand sanitizer Santik Kana adalah produk hasil penelitian pengembangan sebelumnya dari sabun cuci tangan, sekarang ini produk  disesuaikan dengan kebutuhan pasar yaitu praktis, bermanfaat, serta harganya terjangkau,”papar Brizki Arfinto, Kamis (09/20).

Brizki menjelaskan, penelitian Santik Kana merupakan binaan dari inkubator bisnis UPGRIS.

“Produk ini merupakan binaan dari inkubator bisnis UPGRIS dalam satu tahun ini, dan sedang mengikuti kegiatan pendanaan PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi)  tahun 2020 dengan anggaran setengah milyar,”jelasnya.

Brizki menciptakan Ide dalam pembuatan Had Sanitizer Santik Kana berdasarkan permasalahan di masyarakat yaitu melimpahnya bahan baku kulit kacang tanah yang memiliki kandungan antibakteri, sekitar 70 % adalah Flavonoid.

“Berdasarkan permasalahan kebutuhan cairan pembersih tangan untuk menjaga kebersihan tangan dari kuman penyebab penyakit maka ia membuat hand sanititizer dengan komposisi alkohol, ekstrak kacang, ekstrak sereh dan jeruk nipis ( sebagai pewangi), aloevera sebagai pelembab dan pelembut, H2O2,  dan aquades. Berdasarkan  uji produk, hand sanitizer ini memiliki aktivitas membunuh bakteri Escherichia coli (e-coli) dan Staphylococcus aureus  (s aureus), serta mampu membunuh kuman penyebab penyakit, “ imbuhnya.

Lanjut Brizki, ia berharap mampu tumbuh serta berkembang menjadi perusahaan yang menjual hand sanitizer, kemudian kami bekerjasama dengan inkubator UPGRIS dan untuk harapan terhadap corona ini adalah produk Santik Kana dapat membantu memenuhi  kebutuhan masyarakat agar meminimalisir penularan Covid-19 dengan rajin menggunakan hand sanitizer ketika berpergian maupun berada di rumah.

“Rekomendasi penggunaaan adalah setiap 3 jam sekali supaya tangan tetap bersih. Untuk saat ini produk menjangkau sampai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan kapasitas produksi 200 liter/minggu. Semoga kami dapat terus suply produk dan yang pasti harga tetap terjangkau bagi masyarakat serta memberi manfaat dan kepraktisan, “ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH.,M.Hum.,  memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menemukan gagasan baru  yang peduli terhadap keresahan masyarakat terkait wabah virus korona.

“Produk Santik Kana menggunakan bahan organik ekstrak kulit kacang tanah yang memiliki kandungan antibakteri yaitu senyawa flavonoid, serta menggunakan pewangi organik dari ekstrak sereh, jeruk nipis, dan aloe vera supaya produk dapat digunakan terus menerus tetapi tetap membuat lembab dan lembut di kulit, serta produk sudah lolos uji di Balai Kesehatan Semarang. Sehingga, produk ini aman untuk dipakai oleh masyarakat, “papar Muhdi.

Harapanya, produk ini  dapat dikomersilkan secara masif karena kami memiliki cita-cita mendirikan perusahaan yang bekerjasama dengan inkubator bisnis LPPM UPGRIS, kemudian dapat mengatasi permasalahan akibat kuman penyebab.  (RedG/Dicky Tifani Badi).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan