Semarang- Dalam upaya pencegahan virus corona membuat masyarakat melakukan karantina mandiri dan salah satunya upaya yang diinstruksikan pemerintah yakni tetap di rumah. Dalam karantina mandiri harus tetap menjaga kesehatan seperti  cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika keluar rumah, dan anjuran tidak mudik. Dengan adanya himbauan tersebut,  beberapa mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) masih berada di tempat kos, asrama, atau kontrakan.

Hal ini mendapat respon cepat dari pimpinan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan virus korona (PVK)  Covid-19 UPGRIS. Arisul Ulumuddin MPd ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Satgas tersebut. Tugas satgas ini membantu tugas pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus korona serta perlindungan khususnya bagi mahasiswa UPGRIS yang tidak mudik.

Ketua Pelaksana Satgas, Arisul Ulumuddin MPd menjelaskan tugas Satgas pencegahan virus korona di UPGRIS diantaranya mengkampayekan pencegahan penyebaran virus korona dan menghimpun donasi untuk pembelian APD, masker, produksi  hand sanitizer untuk warga serta pembelian sembako.

“Kami diberi tugas pimpinan untuk membantu juga para mahasiswa UPGRIS yang masih berada di kos, asrama, serta kontrakan yang berasal dari luar pulau Jawa. Setelah tim mendata ada 60 mahasiswa yang masih berada di kota Semarang. Ada yang dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, serta Jawa Barat. Kami akan memberi kebutuhan pokok mereka selama wabah korona berakhir,”tutur Arisul, Kamis (07/20).

Tim Satgas PVK UPGRIS mengadakan kegiatan sosial pembagian sembako di mahasiswa yang terdampak.

“Rabu (8/4) tim satgas yang dipimpin Anas Mukorobin SPd mulai membagikan 60 paket sembako ke tempat kos, asrama,atau kontrakan mahasiswa yang terdampak. Pembagian sembako ini guna meringankan kebutuhan hidup selama musibah virus korona dan agar selama wabah virus korona kebutuhan mahasiswa terpenuhi. Sembako yang dibagikan berupa beras, susu, gula, minyak goreng, telur, kopi, teh, serta mie instan, “jelasnya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menuturkan tugas satgas yang dibentuk untuk membantu pemerintah dalam penanganan pencegahan virus korona. Kami juga membantu tenaga medis dalam penyediaan APD, masker, dan pemberian hand sanitizer.

“Prioritas satgas ini juga mendata jumlah mahasiswa yang masih berada di semarang khususnya mahasiswa dari zona merah atau luar pulau Jawa. Selain mendata tim satgas juga diminta untuk memberikan sembako bagi kebutuhan mahasiswa yang terdampak. Semoga semua orang tua tidak khawatir serta panik pada anaknya yang masih berada di Semarang,” imbuh Muhdi.

Dengan kegiatan tersebut, Tim satgas pencegahan virus korona upgris terus berupaya untuk membantu keluarga besar civitas akademika dalam mengurangi penyebaran virus korona. Penyemprotan desinfektan di rumah dosen atau karyawan upgris serta kos mahasiswa.

“Bangga dan terima kasih atas bantuan dari kampus UPGRIS dengan pemberian sembako kepada kami. Sebab, kebutuhan kami selama wabah ini membuat orang tua kami khawatir. Tapi, dengan adanya program kampus ini, kami sangat terbantu dan orang tua tidak panik, “kata Marius Warkuta mahasiswa asal Papua.

Tidak hanya itu saja, Tim Satgas juga membuat hand sanitizer dari bahan alami seperti lidah buaya serta kulit kacang. Hand sanitizer ini berbeda dengan produk lain sebab, selain berbahan dasar alami juga sudah mendapat  izin dari Balai Laboratorium Kesehatan dan alat pengujian kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan