Solo – Atas perintah Raja Solo Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Senopati ing Ngalaga Abdurrachman Sayiddin Panatagama kaping XIII bersama Dalem Prameswari Kanjeng Ratu Pakoe Boewono, Karaton Surakarta Hadiningrat melakukan caos dhahar di beberapa titik yang ada di dalam wilayah Kota Surakarta.

Setelah setelah caos dhahar di wilayah Surakarta selesai, Karaton Surakarta Hadiningrat melanjutkan dengan ritual di 4 titik sakral atau lebih dikenal dengan istilah caos dhahar kiblat papat dengan berbagai ubo rampe sesaji berupa bunga,pisang,olahan makanan dan asap dupa sebagai simbol wujud permohonan kepada Tuhan YME dan dilakukan dalam satu hari. Lokasi tersebut adalah :
1. Arah Selatan – Parang Kusumo
2. Arah Barat – Gunung Merapi
3. Arah Utara – Alas Krendowahono
4. Arah Timur – Gunung Lawu

Ritual ini dipimpin langsung oleh Dalem Prameswari Kanjeng Ratu Pakoeboewono beserta abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat. Ke empat penjuru tersebut merupakan pepunden yang memberikan energi perlindungan bagi Karaton Surakarta Hadiningrat.

Hal ini dilakukan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan sebagai upaya menjaga keserasian,keselarasan, dan keseimbangan dengan alam, juga agar Karaton Surakarta Hadiningrat beserta isinya dan seluruh masyarakat dan NKRI memperoleh perlindungan dan keselamatan, juga seluruh bencana yang saat ini terjadi segera sirna.( ** )

Tinggalkan Balasan