Pemalang  – Pemerintah Kabupaten Pemalang didorong harus lebih responsif antisipasi COVID-19. Apalagi  adanya pasien yang di diagnosis positif di wilayah ini. Hal itu seperti diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Muhamad Akmal,  Kamis (2/4).

Dalam hal antisipasi dan penanggulangan wabah COVID-19 masih belum maksimal ditandai masih minimnya Alat Perlindungan Diri (APD) untuk tenaga medis di Fasilitas kesehatan (Faskes) yang dimiliki Pemkab Pemalang.

“Masih minim APD Covid-19 yang memenuhi standar WHO yang dimiliki, jadi belum (maksimal), Dalam hal pemerintah, kita mengejar untuk Faskes dengan alat yang tidak ada, supaya di adain. Sementara itu yang urgent (mendesak) ” kata anggota legislator PKS dari daerah pemilihan Kabupaten Pemalang VI yang meliputi Kecamatan Belik, Moga, Pulosari, dan Watukumpul ini.

Anggota Komisi D DPRD Pemalang Bidang Kesejahteraan ini juga mendorong Pemkab Pemalang melakukan pendataan APD sekaligus menyediakannya yang fasilitasi ikeh Pemka.

Selain itu Pemkab untuk terus menggalakkan sosialisasi ke masyarakat tentang penanggulangan dan pencegahan merebaknya COVID-19 ini. Karena dari pantauannya, masyarakat masih belum mengindahkan himbauan pemerintah terutama untuk physical distancing (jaga jarak), masih banyak ditemukan kegiatan kerumunan masyarakat tanpa alat pelindung diri (seperti memakai masker).

“Betul itu (physical distancing) yang jadi masalah. Kalau itu sosialisasi lagi dan digalakkan,” ungkapnya.
Legislator dan juga apoteker ini juga sebenarnya sudah menyiapkan mobil siaga kesehatan, salahsatunya juga untuk membantu penanggulangan wabah COVID-19. Namun, sementara ini pemakaiannya masih untuk mengangkut pasien biasa, tenaga operasional mobil tersebut belum berani mengangkut pasien yang terindikasi Virus Corona.

“Kalau mobil siaga hanya untuk pasien biasa, karena sopir pada ga berani,” pungkas Akmal. (RedG)

Tinggalkan Balasan