Jepara – Sebagian wilayah di Indonesia melakukan isolasi wilayah dalam upaya pemutusan rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Hal ini meyebabkan pebisnis mebel di Kabupaten Jepara mengalami penurunan omset yang sagat drastis.

Salah satunya perwakilan pebisnis mebel, Catur Raka Siwi, mengaku mengalami penurunan omset di dalam usaha mebelnya dengan adanya himbauan setiap daerah melaksanakan isolasi wilayah.

“Saya biasanya dalam satu bulan omsetnya biasanya sekitar Rp 5.000.000, namun sekarang omset menurun dengan pendapatan sekitar Rp 2.500.000/bulan. Dan itu gegara mebel tidak bisa dikirim di Jawa ataupun Luar Jawa, “kata Catur.

Selain itu, lanjut Catur, menjelaskan untuk bahan-bahan sendiri masih stabil harganya akan tetapi ada kendala dalam produksi mebel itu sendiri dan kesusahan dalam pengiriman ke buyer- buyer kami.

“Kemarin saya sempat mau ngirim ke buyer di Jawa Barat tapi tidak bisa di karenakan akses jalan pengiriman di tutup. Mau gimana lagi ya mas, namanya juga lagi keadaan seperti ini mau ga mau ya harus dijalanin. Dan juga bahan pembuatan mebel masih stabil seperti biasanya di Kabupaten Jepara , “ungkapnya.

Sementara itu, karyawan tetap bekerja tetapi tidak seperti biasanya yang dilakukan dalam pekerjaannya pembuatan mebel itu sendiri.

“Kami tetap mematuhi himbaun pemerintah untuk di rumah saja guna pencegahan pandemi virus corona. Karyawan juga tetap bekerja tetapi di rumah masing-masing atau WFH (Work From Home). Garapan di rumah masing-masing paling dalam seminggu bisa satu kali, “jelasnya.

Lanjut dia, menjelaskan dalam keadaan seperti ini tetap mengutamakan kualitas di dalam produksi mebelnya dan penjualan masih di sekitar Jepara saja.

“Walaupun pembatasan waktu produksi kami tetap mempertahankan kualias terbaik untuk buyer-buyer furniture kami sendiri. Untuk saat ini paling pemasaran disekitaran Jepara yang belum adanya isolasi wilayah dan itu sendiri jarang setiap mingguannya melayani penjualan, “pungkasnya.

Catur Raka Siwi menambahkan, virus Corona segera lekas berakhir di Indonesia dan kami agar bisa pulih kembali dalam usahanya serta dpat berjalan dengan lancar dan tidak terhambat dalam hal produksi maupun majamen keuangan buat karyawan dan lain-lain.(RedG/Dicky Tifani Badi/Gnews.Id)

Tinggalkan Balasan