Kartasura – Terinspirasi dari nenek moyang jaman dahulu, salah satu warga Kartasura bernama Agung Nugie memasang lima buah bawang merah yang ditusuk menjadi satu seperti sate dengan dipadukan dengan garam di depan rumah di setiap pintu masuk.

Menurut Nugie, Senin (30/3) hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk cara untuk memerangi virus corona yang tengah mewabah akhir-akhir ini.

“Lima menunjukkan Rukun Iman, Rukun Islam dipadukan dengan garam. Garam menunjukkan kesucian, jadi perpaduan antara merah dan putih. Ini terinspirasi dari mbah-mbah jaman dahulu karena bisa menolak sawan. Sawan itu semacam berbagai energi energi yang negatif. Ya, semoga dengan kembali ke kearifan lokal ini bisa membangkitkan atau memberikan energi positif. Ya ini termasuk juga sebagai salah satu bentuk untuk memerangi virus corona yang tengah mewabah akhir-akhir ini,” terang Nugie.

Lima buah bawang merah dan garam ini dipasang di depan rumah Nugie di setiap pintu masuk. Menurutnya hal tersebut akan dipasang secara terus menerus, ketika nanti bawang merahnya layu maka akan digantikan dengan yang baru dengan yang lebih segar.

“Semoga dengan kembali ke kearifan lokal ini mampu memberi energi positif. Dan mampu mengusir atau mencegah energi energi negatif yang masuk termasuk sawan. Tetapi hal ini tentunya tidak dalam bentuk simbolis saja, kita tetap berikhtiar berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Nugie. ( red )

Tinggalkan Balasan