Pemalang – Menanggapi pemberitaan di media sosial maupun media daring yang memberitakan adanya pasien yang meninggal dengan diagnosa positif terjangkit virus corona dimakamkan Di Pemalang, minggu (29/3).

Bupati Pemalang Dr. H. Junaedi di dampingi oleh Kapolres Pemalang, Dandim 0711 Pemalang, Kepala BPBD, Kepala DKK dan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Pemalang memberi klarifikasi mengenai kasus meninggalnya pasien positif Covid-19 yang meninggal di RSUD Kraton Pekalongan.

Bahwa pasien yang meninggal bukan warga Pemalang, melainkan warga Jakarta Selatan. Warga yang berusia 73 tahun ini datang ke Pemalang dalam rangka silaturahmi ke sanak keluarga.

“Pasien Ini sebelum dibawa ke rumah sakit Bendan dan kemudian di rujuk ke RSUD kraton, berada di Pemalang sekitar 36 jam.” jelas bupati Pemalang.

Pasien awalnya mempunyai keluhan gangguan pernafasan, batuk , panas/demam. Pada 16 Maret 2020 pukul 16.30 Wib dibawa berobat di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Pada tanggal 17 Maret 2020 pukul 01.55 Wib dirujuk ke RSUD Kraton Pekalongan Jl. Veteran Kota Pekalongan. Pada 22 Maret 2020 hasil uji laboratorium Litbangkes dinyatakan positif covid-19 maka dilakukan penanganan khusus pasien positif covid-19. Dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu tgl 29 Maret 2020 pukul 15.32 Wib.

Jenazah dimakamkan di Pemalang karena permintaan keluarga.

“Karena keluarga ada yang ada di Pemalang, maka pemakaman dilaksanakan dipemalang. Pemerintahan kabupaten Pemalang hadir dalam proses pemakaman ini.” jelas bupati.

Bupati Pemalang meminta agar masyarakat Pemalang tenang dan waspada terhadap Covid-19. (RedG)

Tinggalkan Balasan