Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,  Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Jawa Tengah-DIY, Amin Tri Sobri beserta rombongan  melepas Ekspor 10 Bus Double Decker dari CV Laksana ke Bangladesh, Jum’at (21/2).

Ini kali kedua, ekspor ke Bangladesh  setelah perusahaan menggunakan fasilitas fiskal berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekpsor (KITE). Ekspor yang pertama berupa 4 (empat) bus juga diekspor ke Bangladesh.

Seperti arahan Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Presiden ingin agar investasi meningkat, lapangan kerja tercipta sehingga memberikan dampak ekonomi positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Presiden minta agar kita semua berperan dalam mendorong industry khususnya yang berorientasi ekspor sehingga defisit neraca perdagangan dapat dikurangi bahkan menjadi surplus.

Seperti dirilis dari laman www.kwbcjatengdiy.beacukai.go.id, Amin  menyampaikan bahwa Bea cukai siap bekerja sama dengan seluruh instansi dan pihak terkait untuk melaksanakan arahan Presiden tersebut. Pemerintah dalam hal ini DJBC mempunyai fasilitas fiskal kepada industry berorientasi ekspor seperti fasilitas Kawasan Berikat, KITE dan KITE IKM.

CV. Laksana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri karoseri kendaraan bermotor. Bahan baku impornya adalah chassis bus dilengkapi mesin dan barang jadinya adalah kendaraan bis. Semenjak menggunakan fasilitas KITE yaitu terhitung mulai 26 April 2018 maka perusahaan dalam importasi bahan bakunya mendapat fasilitas pembebasan bea masuk dan / atau PPN atau PPN dan PPnBM tidak dipungut. Tentu saja jika bahan baku yang diimpor tersebut kemudian diolah, dirakit, atau dipasang menjadi barang jadi yang diekspor.

Dengan fasilitas tersebut maka cashflow perusahaan akan terbantu, customs clearance juga menjadi lebih cepat. Hal-hal tersebut akan meningkatkan daya saing produk jadinya di pasar global. Dengan demikian diharapkan produksi semakin meningkat yang juga berimplikasi pada peningkatan investasi, tenaga kerja dan volume ekspor. Hal ini akan membantu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Nasional. (RedG)